Anies Tak Ingin Kejadian di Cimahi 15 Tahun Lalu Terjadi di Jakarta, Peristiwa Apa?

  • Whatsapp
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, saat peringatan Hari Peduli Sampah Nasional, bersama warga, kemarin. Foto: Dok/Anies Baswedan

INDOPOLITIKA.COM – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terus berupaya memaksimalkan pengelolaan sampah di wilayah ibu kota, dengan berbagai cara. Pemprov DKI menargetkan, 30% sampah rumah tangga bisa dikelola langsung, sementara 70% akan diolah melalui Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) atau dimanfaatkan kembali dengan nilai tambah ekonomis, seperti menjadi energi.

“Hari ini kita memperingati sebuah peristiwa yang tidak ingin diulang kembali. Peristiwa yang diperingati hari ini, kejadian di TPA Leuwigajah, Cimahi tahun 2005. Gunungan sampah setinggi 50-70m longsor menimpa dua desa,” kata Anies saat memperingati puncak Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2020 bersama masyarakat dan penggerak PKK di lingkungan RW 03, Kel. Cempaka Putih Timur, Kec. Cempaka Putih, Jakarta Pusat, kemarin.

Bacaan Lainnya

“Peristiwa 15 tahun tersebut harus membawa hikmah untuk perubahan mindset (cara berpikir) dalam tata kelola sampah. Itulah yang kita coba bangun di Jakarta, perubahan mindset bahwa dalam semua kegiatan kita, ada yang kita manfaatkan, ada yang disebut sisa. Residu atau sisa. Sisa itu bisa digunakan kembali. Karena itu, pesan hari peringatan ini adalah Kupilah. Ku-nya Kurangi. Pi-nya Pilah. Lah-nya Olah. Kurangi, Pilah, Olah. Reduce, Reuse, Recycle,” tambahnya.

Dikatakan Anies, kawasan RW 03 Cempaka Putih Timur merupakan salah satu model percontohan wilayah yang berhasil menerapkan tata kelola sampah secara baik dari tingkat rumah tangga. “Kita berharap di tempat ini nanti menjadi percontohan, biar nanti masyarakat dari berbagai wilayah datang, menyaksikan dari dekat, dan insyaAllah nanti bisa menerapkan di tempatnya masing-masing,” imbuhnya.

“Kalau kita bisa mengelola sampah dengan baik, insyaAllah lingkungan hidup kita menjadi lebih sehat, anak kita, keluarga, dan masyarakat juga tumbuh lebih baik. Dan mudah-mudahan Jakarta bisa menjadi contoh kota modern di dalam pengolahan sampah,” tutupnya.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *