Pemerintahan

Apresiasi untuk Pelayanan Angkutan Logistik Papua

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengapresiasi maskapai penerbangan Trigana Air atas upaya yang tak kenal lelah dalam memberi pelayanan pemenuhan angkutan logistik di daerah terpencil, khususnya di Papua, meski beberapa kali mendapat gangguan keamanan.

Hal tersebut disampaikan Moeldoko saat menerima Presiden Direktur Trigana Air Rubijanto Adisarwono di Bina Graha, Jakarta, Kamis, 12 Juli 2018.

Seperti kita ketahui, pesawat milik Trigana Air jenis Twin Otter yang mengangkut logistik pemilu terkena tembakan di Bandara Kenyam, Kabupaten Nduga, pada 25 Juni silam. Peristiwa ini mengakibatkan pilot Ahmad Kamil (27) mengalami luka di bagian punggung.

Dalam catatan Rubijanto, bukan sekali ini saja Trigana mendapat cobaan. “Pesawat kami pernah disandera sampai 5 kali. Salah satunya ketika melayani rute Enarotali – Nabire. Penyandera menginginkan pesawat terbang langsung ke Papua Nugini,” paparnya.

Selain gangguan keamanan, medan Papua yang bergunung-gunung dengan panjang landasan terbatas, serta cuaca yang kerap berubah menjadi tantangan tersendiri. Pun Trigana Air pernah mengalami kecelakaan, salah satunya di Enaro gap. Enaro gap adalah celah diantara dua gunung yang harus dilewati pesawat jika ingin mendarat di Enarotali yang berketinggian sekitar 1.800 meter.

Namun seperti dituturkan Rubijanto yang didampingi oleh staf ahli Ceilendra Nirwana, Trigana Air tidak pernah menyerah. Misi sosial mengalahkan segalanya dan tetap berada di garda terdepan di pedalaman, khususnya Papua. “Falsafah saya, kami bisa “hidup” sampai sekarang karena ada di Papua,” tukasnya.

Didirikan pada tahun 1990, Trigana Air mulai beroperasi di provinsi paling timur ini pada 1992. Dengan kekuatan 15 pesawat, Trigana mengandalkan Fokker F 27 dan Twin Otter, untuk menjalankan roda utama usahanya, angkutan kargo. Mulai dari semen, bahan pokok, sampai mi instan. Termasuk distribusi bahan bakar Pertamina untuk PLTD di wilayah-wilayah terpencil.

Selain kargo Trigana Air juga mengangkut penumpang dalam jumlah kecil, sekitar 25 persen. Kini, perusahaan ini sedang dalam proses untuk mendapatkan persetujuan pengoperasian sea plane dari Kementerian Perhubungan. Langkah ini dinilai strategis untuk menghubungkan wilayah-wilayah nusantara yang dua per tiganya terdiri atas air.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close