Internasional

Arab Saudi Khawatir atas Rohingya dan Minoritas Lain di Myanmar

Pengungsi Rohingya di Bangladesh. (Foto: AFP)

Jenewa: Arab Saudi kembali menyampaikan kekhawatirannya mengenai Rohingya dan etnis minoritas lainnya di Myanmar.

Berbicara di Dewan Hak Asasi Manusia PBB dalam dialog interaktif dengan Misi Pencari Fakta di Jenewa, Duta Besar Arab Saudi Abdulaziz Al-Wazel mengekspresikan kekhawatiran Kerajaan Arab Saudi mengenai laporan terbaru mengenai Rohingya.

Ia mengaku terkejut oleh laporan Misi Internasional yang menemukan fakta bahwa militer Myanmar sengaja membakar banyak desa Rohingya di negara bagian Rakhine.

"Kerajaan akan menghadirkan bantuan senilai USD50 juta (Rp743 miliar) untuk membantu Rohingya vua program rehabilitasi pendidikan dan kesehatan," ucap Dubes Al-Wasel, seperti dikutip dari Asharq al-Awsat, Rabu 19 September 2018.

Ketua tim Pencari Fakta PBB di Rakhine, Marzuki Darusman dari Indonesia, mengatakan militer Myanmar telah menggunakan tingkat kekerasan yang tak terduga terhadap minoritas Rohingya.

"Sulit untuk memahami kebrutalan operasi militer Myanmar. Mereka sangat mengabaikan kehidupan warga sipil, terutama Rohingya," kata Marzuki dihadapan Dewan HAM PBB.

"Kami menuntut agar militer dihapuskan dari politik dan jenderal-jenderal Myanmar diadili karena melakukan genosida terhadap Rohingya," lanjut dia.

Marzuki juga membeberkan rincian pembantaian yang luar biasa di desa-desa tempat bermukimnya Rohingya, di mana orang-orang dewasa dibunuh dan anak-anak ditembak.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close