INDOPOLITIKAArsenal akhirnya merasakan kekalahan perdana di Liga Premier. Pada putaran ke-15 Liga Premier, Arsenal dibungkam Aston Villa dengan skor akhir 1-2.

Dengan kekalahan ini, selisih poin Arsenal dengan peringkat dua Manchster City kian tipis. Kedua tim kini berjarak hanya dua poin. Arsenal sementara masih memimpin dengan 33 Poin.

Dibawahnya Manchester City yang berhasil mengalahkan Sunderland 3-0 kini mengumpulkan 31 poin. Sementara Aston Villa bertengger di posisi tiga dengan 30 poin.

“Kami sangat kecewa dengan cara kami kalah,” ujar pelatih Arsenal, Mikel Arteta setelah pertandingan di Villa Park.

“Pertama-tama, selamat kepada Aston Villa karena mereka tim yang sangat bagus. Di babak pertama kami mengalami banyak kesulitan, terutama dengan hilangnya penguasaan bola yang tidak biasa tepat setelah merebutnya kembali, yang sangat berbahaya mengingat cara mereka bermain,” katanya.

Matty Cash membawa Aston Villa unggul, kemudian pemain pengganti Leandro Trossard menyamakan kedudukan untuk Arsenal.

Kedua tim terus berjuang hingga menit kelima perpanjangan waktu di babak kedua. Di detik-detik terakhir, Emiliano Buendia memanfaatkan peluang tersebut dengan tembakan dari dalam kotak penalti untuk memastikan kemenangan 2-1 bagi Aston Villa.

Hasil ini mengakhiri rekor tak terkalahkan Arsenal dalam 18 pertandingan di semua kompetisi, sejak kekalahan 0-1 mereka dari Liverpool di putaran ketiga Liga Primer pada 31 Agustus.

Menurut Arteta, di babak pertama, Arsenal bermain solid, mencegah Aston Villa menciptakan peluang berbahaya selain gol pembuka. Di babak kedua, timnya memulai dengan baik, menciptakan banyak peluang, dan dengan cepat menyamakan kedudukan, membuat pelatih asal Spanyol itu yakin timnya akan menang lagi.

“Kami seharusnya bisa kehilangannya lebih awal karena dua kesalahan individu, tetapi kemudian kami punya peluang untuk mencetak gol dan menang,” ujarnya.

“Bola terakhir jatuh ke Declan Rice, tetapi dia tidak mengambilnya. Lalu terjadi tendangan jarak jauh, bola memantul keluar, kami menerobos garis, mereka melemparnya dengan cepat, area pertahanan menjadi kacau, dan kemudian sebuah tembakan masuk ke pojok atas gawang. Itulah kualitas turnamen ini.”

Arteta juga mengatakan bahwa hasil pertandingan ini mencerminkan kerasnya Liga Primer.

“Anda pergi ke Old Trafford, St James’ Park, Stamford Bridge, lalu ke sini, semuanya stadion yang sulit,” ujar pelatih berusia 43 tahun itu.

“Kami tak terkalahkan dalam 18 pertandingan, tetapi semuanya masih sangat ketat. Itulah level turnamen ini dan juga peluang yang harus kami manfaatkan. Sekaranglah saatnya untuk bangkit. Para pemain telah memberi saya banyak alasan untuk percaya bahwa kami akan kembali dengan kuat,” katanya. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com