INDOPOLITIKA – Mantan pelatih Arsenal, Arsene Wenger yakin Liverpool kurang stabil musim ini karena mereka “memanjakan” Florian Wirtz, dengan melakukan penyesuaian agar gelandang baru Jerman itu bermain di posisi favoritnya.

Wirtz bergabung dengan Liverpool dengan harga sekitar $170 juta pada musim panas 2025, setelah mempertimbangkan klub dan Bayern Munich.

Menurut Arsene Wenger, Bayern bermaksud agar Florian Wirtz bermain sebagai bek kiri, sementara ia hanya ingin bermain sebagai gelandang serang, tepat di belakang striker.

Pada akhirnya, Liverpool menyetujui tawaran gelandang berusia 22 tahun itu dengan berjanji akan membiarkannya bermain di posisi favoritnya, “nomor 10”.

“Wirtz bilang ke Liverpool: ‘Saya akan datang kalau bisa bermain sebagai gelandang serang, saya tidak mau main di sayap kiri,'” ujar Wenger kepada beIN Sports.

“Liverpool menerima tawaran itu untuk mendapatkan Wirtz. Tapi mereka harus mengorbankan Dominik Szoboszlai, dan lini tengah yang menjadi kekuatan musim lalu pun hancur. Kedatangan Wirtz merusak struktur tim,” jelasnya.

Menurut mantan manajer Arsenal tersebut, keputusan tersebut telah membuat juara Liga Primer 2024-2025 tersebut kehilangan keseimbangan.

Trio gelandang Ryan Gravenberch, Alexis Mac Allister, dan Szoboszlai sebelumnya membantu Liverpool mengendalikan permainan, memberikan tekanan secara efektif, dan menciptakan hubungan yang kuat antar lini. Namun, sejak Wirtz muncul di posisi tengah, pemahaman tersebut telah sirna.

Liverpool terpaksa mengorbankan Szoboszlai, memainkannya sebagai bek kanan dalam beberapa pertandingan pertama musim ini, yang menyebabkan mereka kalah enam kali dari tujuh pertandingan berturut-turut.

Dalam dua pertandingan terakhir, tim Anfield kembali menemukan rentetan kemenangan mereka dengan gelandang Hungaria tersebut kembali ke posisi biasanya.

Wirtz telah bermain di lini tengah serang hampir sepanjang masa kepelatihan Arne Slot, tetapi belum memberikan dampak yang signifikan.

Ia belum mencetak gol dalam 15 pertandingan di semua kompetisi musim ini.

Dalam kemenangan atas Real Madrid di babak keempat fase grup Liga Champions, Wirtz didorong ke sayap kiri, membantu Liverpool mengendalikan permainan.

Namun, ketika tim menguasai bola, ia diizinkan untuk bergerak ke tengah. Wenger yakin ini adalah langkah yang tepat.

“Jika saya Slot, saya akan menempatkan Wirtz kembali di sayap kiri, tempat ia bersinar di Leverkusen,” tambah pria berusia 76 tahun itu.

“Mempertahankan Wirtz di tengah adalah kesalahan taktis,” imbuhnya.

Banyak pakar Inggris berkomentar bahwa masalahnya bukan pada bakat Wirtz, melainkan pada kemampuannya beradaptasi dengan intensitas Liga Primer.

Gelandang serang yang pindah dari Bundesliga ke Inggris seringkali tidak tampil sesuai harapan, seperti Shinji Kagawa di masa lalu, atau Christian Pulisic, Jadon Sancho, Wirtz, dan Xavi Simons. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com