Internasional

Arsitek Jembatan Genoa Ingatkan Risiko Korosi 40 Tahun Lalu

Presiden Italia Sergio Mattarella mengunjungi jembatan Morandi di Genoa, 18 Agustus 2018. (Foto: AFP/Quirinale Press Office/FRANCESCO AMMENDOLA)

Roma: Tragedi ambruknya sebuah jembatan di Genoa, Italia, telah menewaskan 43 orang. Insinyur yang merancangnya ternyata sudah memberi peringatan mengenai risiko kerusakan dari jembatan tesebut.

Dilansir dari kantor berita TIME, Senin 20 Agustus 2018, sang arsitek bernama Riccardo Morandi menyebut bahwa jembatan itu membutuhkan perawatan konstan untuk menghilangkan karat yang merupakan efek korosi dari udara laut dan polusi udara.

Stasiun televisi RAI menyiarkan kutipan dari laporan yang dibuat Morandi pada 1979. Laporan itu dibuat 12 tahun setelah jembatan yang dinamakan sama dengan arsiteknya itu diresmikan di Genoa.

Saat itu, Morandi mengaku sudah melihat efek korosi di beberapa bagian jembatan akibat udara laut dan polusi dari pabrik baja di dekatnya.

Morandi juga kala itu menekankan bahwa desain jembatan tersebut pada intinya sudah aman.

Namun ia memperingatkan bahwa, "cepat atau lambat, mungkin dalam beberapa tahun ke depan, perlu dilakukan perawatan untuk menghilangkan semua karat."

Runtuhnya jembatan Morandi di Genoa memicu debat panas di Italia mengenai faktor keamanan infrastruktur.

Perusahaan yang mengoperasikan jembatan tersebut telah menyiapkan dana hingga jutaan euro untuk keluarga korban.

Pemerintah Italia telah membentuk sebuah komisi untuk menyelidiki penyebab kecelakaan. Seorang anggota komisi berspekulasi ambruknya jembatan diakibatkan kerusakan sebuah batangan kabel.

Jembatan Morandi, yang dibangun di era 1960-an, memiliki jaringan kabel yang membentang dari dasar konstruksi hingga ke bagian tertingginya.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close