Internasional

AS Akhiri Aliran Dana untuk Pengungsi Palestina

Jubir Kemenlu AS Heather Nauert. (Foto: AFP)

Washington: Amerika Serikat membekukan aliran dana untuk Agensi Pengungsian Palestina Perserikatan Bangsa-Bangsa, Jumat 31 Agustus 2018, setelah mendeklarasikan bahwa organisasi "cacat."

Washington sejak lama menjadi donor terbesar untuk Agensi Bantuan dan Pekerjaan (UNRWA). Namun juru bicara Kementerian Luar Negeri AS Heather Nauert menegaskan Negeri Paman Sam "sudah tidak bersedia lagi menanggung beban yang tidak proporsional."

Hanya beberapa jam setelah Palestina mengingatkan bahwa langkah semacam itu dapat menghancurkan kemungkinan adanya perdamaian dengan Israel, Nauert menegaskan AS tidak akan lagi berkontribusi setelah menyalurkan USD60 juta pada Januari lalu.

"AS tidak akan lagi berkomitmen lebih dalam mengenai pendanaan terhadap organisasi cacat tersebut," ucap Nauert, seperti dikutip dari AFP.

Pekan lalu, AS juga telah mengumumkan telah membatalkan bantuan bilateral senilai USD200 juta untuk warga Palestina di Jalur Gaza dan Tepi Barat.

Baca: AS Pangkas Bantuan Rp2,9 Triliun untuk Palestina

Nauert mengatakan AS akan "mengintensifkan dialog dengan PBB, beberapa negara dan investor asing mengenai model dan pendekatan baru untuk "membantu meringankan dampak yang mungkin dialami anak-anak Palestina."

UNRWA telah membantu sekitar lima juta pengungsi terdaftar Palestina. UNRWA juga menyediakan kesempatan sekolah bagi 526 ribu anak-anak di Palestina dan di beberapa kamp Lebanon, Suriah dan Yordania.

Kekhawatiran mengenai penghentian aliran dana telah membuat UNRWA mengeluarkan peringatan, bahwa 711 sekolah untuk anak-anak pengungsi Palestina mungkin harus ditutup.

Meski sempat merasa lega karena Jerman mengaku bersedia menambah aliran dana, Kepala UNRWA Pierre Krahenbuhl mengatakan organisasinya membutuhkan USD200 juta untuk melanjutkan operasional hingga akhir tahun ini.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close