Internasional

AS Curiga Rusia Kembangkan Senjata Antariksa

Amerika Serikat (AS) menantang Rusia terkait satelit mengorbit bumi yang menunjukkan ‘perilaku tidak normal’ (Foto: Telegraph).

Washington: Amerika Serikat (AS) menantang Rusia ihwal satelit mengorbit bumi yang menunjukkan 'perilaku tidak normal'. Pihak Paman Sam mempertanyakan niat Moskow untuk mengembangkan senjata ruang angkasa.
 
Seorang pejabat AS berkata, satelit itu beraksi mencurigakan, menggambarkan peluncuran baru-baru ini sebagai "perkembangan yang sangat mengganggu". Kecurigaan itu tampaknya membenarkan rencana Donald Trump untuk membentuk Pasukan Antariksa.
 
"Aksi di orbitnya tidak konsisten dengan apa pun yang terlihat sebelumnya," kata Yleem Poblete, asisten sekretaris di biro pengendalian senjata, verifikasi dan kepatutan Kementerian Luar Negeri AS. Ia menyatakan pada konferensi perlucutan senjata PBB di Jenewa, pada Selasa.
 
"Kami prihatin dengan apa yang tampaknya perilaku yang sangat tidak normal," cetusnya, seperti disitat dari Telegraph, Kamis 16 Agustus 2018.
 
Rusia menepis komentar itu sebagai "tuduhan tak berdasar dan fitnah berlandasan kecurigaan".
 
Dr Poblete mengatakan bahwa satelit yang diluncurkan pada Oktober 2017, menjadi perhatian khusus mengingat pernyataan publik Rusia yang berulang kali soal kehendak mengembangkan senjata luar angkasa.
 
Pada 1 Maret, Vladimir Putin, presiden Rusia, mengumumkan bahwa Pasukan Antariksa negaranya telah menciptakan sistem laser bergerak. Dr Poblete mencatat bahwa Putin telah menyinggung bahwa senjata antariksa menjadi lebih "dapat diterima dalam penghormatan politik dan militer."
 
Dia katakan tawaran Rusia untuk sebuah perjanjian yang dijelaskan oleh Menlu Sergey Lavrov demi mengamankan "pencegahan perlombaan senjata di luar angkasa", tidak serius.
 
Namun, Rusia, didukung Tiongkok, sudah menyusun PPWT — "Perjanjian Pencegahan Penempatan Senjata di Luar Angkasa, Ancaman atau Penggunaan Kekuatan terhadap Benda Luar Angkasa".
 
Alexander Deyneko, delegasi Rusia di konferensi Swiss, menyebut ucapan Dr Poblete "tuduhan tak berdasar, fitnah yang berlandasan kecurigaan, hanya asumi dan sebagainya".
 
AS tidak mengusulkan amandemen rancangan perjanjian, kata Deyneko.
 
Perselisihan tentang misteri satelit itu muncul setelah Trump pekan lalu meluncurkan Space Force-nya yang sangat dibanggakan, "cabang keenam" baru dari angkatan bersenjata yang ia kehendaki siap pada 2020.
 
Tiongkok, yang mendukung perjanjian Rusia, juga telah proaktif dalam pengembangan kemampuan ruang angkasa. Sejak Presiden Xi Jinping mengatakan pada Juni 2013, saat peluncuran misi berawak Shenzhou X, bahwa Tiongkok akan mengambil langkah lebih besar dalam eksplorasi antariksa demi mengejar "mimpi luar angkasa"-nya.
 
Sebuah laporan untuk Komisi Kajian Ekonomi dan Keamanan AS dan Tiongkok menyoroti bagaimana militer Tiongkok berupaya mengembangkan kemampuan menyerang sistem AS di luar angkasa.
 
Laporan itu berbunyi: "Analis Tiongkok menduga bahwa hilangnya sensor kritis dan kemampuan komunikasi dapat membahayakan kemampuan militer AS untuk mencapai kemenangan".
 
Kemampuan anti-satelit Cina diperkirakan termasuk pesawat ruang angkasa yang dipersenjatai ledakan, laser, dan pengacau frekuensi radio.
 
Selain itu, uji coba roket Dong Neng-2 dari situs peluncuran Xichang, disebut juga pencegat pertahanan rudal, mencapai ketinggian lebih dari 29 km. Kisaran jarak itu diperkirakan mencakup banyak satelit mata-mata AS di orbit geosynchronous, yang membuat satu putaran orbit bumi setiap hari.
 
Space Force akan digunakan bersama dengan Space Fence baru — radar berbasis darat, yang dirancang oleh perusahaan pertahanan AS Lockheed Martin. Radar akan memetakan puing-puing ruang angkasa sampai sekecil diameter 1cm di atmosfer bumi.
 
NASA, badan antariksa AS, memperkirakan lebih dari 500.000 serpihan puing ruang angkasa yang mengorbit planet dengan kecepatan lebih dari 27.000 km per jam. Satelit dan pesawat ruang angkasa berawak seperti Stasiun Luar Angkasa Internasional berisiko dari reruntuhan ruang angkasa yang bergerak cepat.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close