Internasional

AS Jatuhkan Sanksi pada Ibu Negara Venezuela

Ibu Negara Venezuela, Cilia Flores dikenakan sanksi oleh Amerika Serikat (AS). (Foto: AFP).

Washington: Kementerian Keuangan Amerika Serikat (AS) memberlakukan sanksi keuangan pada Ibu Negara Venezuela, Cilia Flores.
 
Langkah itu datang lebih dari setahun setelah aset Presiden Nicolas Maduro dibekukan oleh Pemerintah AS.
 
Menkeu AS Steve Mnuchin berkata bahwa Pemerintah Venezuela secara sistematis merampok sisa kekayaan negara.
 
Tetapi Maduro seperti tidak terpengaruh dengan penetapan sanksi itu. Maduro kemudian mengucapkan terima kasih kepada AS dalam pidato televisi 'untuk menghormatinya secara bermartabat'.
 
Dalam pidato di Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di New York, pada Selasa 25 September 2018, Presiden AS Donald Trump mengatakan Venezuela adalah salah satu 'tempat yang benar-benar buruk' di dunia. Dia juga mengatakan bahwa "Maduro dapat digulingkan dengan sangat cepat jika militernya sendiri memutuskan untuk menyerangnya".
 
Maduro mengatakan komentar Trump adalah apologi untuk sejarah kolonialisme Amerika di wilayah tersebut.
 
Selama dua tahun terakhir, Pemerintahan Trump menjatuhkan sanksi terhadap puluhan orang Venezuela, menuduh mereka melakukan korupsi, perdagangan narkoba, dan pelanggaran hak asasi manusia.
 
"Kami terus menunjuk loyalis yang memungkinkan Maduro memantapkan kekuasaannya atas militer dan pemerintah sementara rakyat Venezuela menderita," kata Mnuchin dalam pernyataan, seperti disitat dari BBC, Rabu 26 September 2018.
 
Kemenkeu AS juga menempatkan Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino, Wakil Presiden Delcy Rodriguez, dan saudara laki-lakinya, Menteri Informasi Jorge Rodriguez, dalam daftar sanksi.
 
Mereka juga menyita pesawat jet pribadi Gulfstream senilai USD20 juta milik Rafael Sarria, yang disebut 'tangan kanan' untuk Diosdado Cabello, presiden Majelis Konstituante Nasional dan tokoh berpengaruh di pemerintahan. .
 
Cabello sudah dikenakan sanksi AS. Diberlakukan pada Juli 2017, pada saat yang sama dengan Presiden Maduro.
 
Ini bukan pertama kalinya AS menuduh pemerintah Venezuela melakukan korupsi. Dua pekan lalu, pejabat keuangan AS mengatakan pemerintah Venezuela mencuri dari program makanan yang dikelola negara sementara orang-orangnya kelaparan.
 
Tekanan terhadap Venezuela juga sudah berkembang di Amerika Latin. Kekurangan pangan dan krisis ekonomi serta politik yang meluas mendorong 2,3 juta orang Venezuela meninggalkan tanah air mereka sejak 2014, banyak dari mereka pergi ke Kolombia, Ekuador, Peru, dan Chile.
 
Negara-negara di kawasan itu mengatakan mereka berjuang mengatasi masuknya pengungsi Venezuela dan kelompok 14 negara-negara Amerika Latin dan Karibia serta Kanada, yang dikenal sebagai Kelompok Lima, akan bertemu pada Selasa di New York guna membahas bagaimana menangani dengan migrasi massal.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close