Internasional

AS Tuding Rusia Bantu Korea Utara Hindari Sanksi PBB

Dubes AS untuk PBB Nikki Haley dalam sesi rapat Dewan Keamanan PBB di New York, Senin 17 September 2018. (Foto: AFP).

New York: Nikki Haley menuduh Rusia melakukan kecurangan dengan membantu Korea Utara menghindari sanksi ketat Persikatan Bangsa-Bangsa (PBB) atas kegiatan pengembangan nuklir.
 
Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB itu berbicara pada pertemuan Dewan Keamanan PBB. Haley melancarkan tuduhan itu dengan menyoroti tanda-tanda bahwa Pyongyang masih mengembangkan program senjata nuklirnya.
 
Rusia dan Tiongkok juga telah meminta pengurangan sanksi terhadap Korut sebagai sebuah pancingan buat menghentikan pengembangan dan pemeliharaan persenjataan.
 
"Pelanggarannya tidak hanya satu kali. Mereka sistematis. Amerika Serikat memiliki bukti pelanggaran Rusia yang konsisten dan luas," kata Haley, seperti dilaporkan Independent, Selasa 18 September 2018.
 
Haley mengutip pertemuan puncak 12 Juni antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-un di Singapura sebagai tanda kemajuan. Tetapi mengatakan pembicaraan itu "sulit, sensitif" dan perlu waktu untuk terwujud.
 
"KTT Trump-Kim telah menempatkan kami di jalan menuju denuklirisasi lengkap. Tapi kita belum sampai di sana. Dan sampai kita tiba di sana, kita tidak harus meringankan sanksi ketat di seluruh dunia yang berlaku," tegasnya.
 
Pelanggaran yang dituduhkan termasuk pengiriman dari kapal ke minyak, batubara, dan barang lainnya.
 
Sejak 2006, PBB menempatkan larangan atau pembatasan yang lebih ketat pada impor dan ekspor semua tekstil, makanan laut, bensin, dan jasa keuangan.
 
Haley juga menuduh Moskow tidak hanya mencari cara lain sementara warganya dan perusahaannya terlibat dalam kegiatan terlarang oleh sanksi. Namun juga berupaya menutupi pelanggaran sanksi "apakah yang dilakukan oleh Rusia atau warga negara lain".
 
Dia mengklaim sebuah laporan yang ditulis oleh pihak independen, merinci pelanggaran sanksi, telah 'tercemar' oleh Rusia. AS telah menghentikan publikasi tersebut.
 
Haley berkata: "Rusia harus menghentikan pelanggarannya terhadap sanksi Korut. Itu harus mengakhiri upaya bersama untuk menutupi bukti pelanggaran sanksi."
 
Namun, Haley tidak menuduh Tiongkok dari dugaan pelanggaran yang sama. Dubes Tiongkok untuk PBB Ma Zhaoxu mengatakan negaranya menerapkan sanksi terhadap Korut dan memperingatkan bahwa menghadapi Pyongyang akan menjadi jalan buntu.
 
"Upaya memaksa tidak akan membawa untung kecuali konsekuensi yang buruk," kata Ma kepada DK PBB.
 
Ketidaksepakatan AS-Rusia bukanlah hal baru di Dewan Keamanan PBB, terutama dalam persoalan yang menyangkut Korut dan Suriah.
 
Pekan lalu, Gedung Putih melaporkan menerima surat dari Kim mengenai potensi pertemuan kedua dengan Trump.
 
Rinciannya belum diumumkan, tetapi Sekretaris Pers Gedung Putih Sarah Huckabee Sanders mengatakan isinya hangat dan positif.
 
Sanders menunjuk sebuah parade militer baru-baru ini diadakan di Pyongyang sebagai "tanda itikad baik" dalam pembicaraan denuklirisasi, karena tidak ada fitur rudal jarak jauh seperti dipertunjukkan Kim sebelumnya. Sembari menambahkan itu adalah "komitmen untuk fokus pada denuklirisasi semenanjung".

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close