ASN Hati-hati Ya, di Medsos Jangan Asal Umbar Jempol Bisa-bisa Kena Sanksi Loh

  • Whatsapp
Menteri Agama Jenderal (Purn) Fachrul Razi.

INDOPOLITIKA.COM- Ini peringatan buat aparatur sipil negara (ASN) yang suka menggunakan media sosial. Jangan asal main kasih emoticon jempol- lambang menyukai, terhadap suatu kontain di media sosial.

Sebab jika ternyata kontain yang dikasih jempol itu mengandung muatan radikalisme urusan bisa berabe. ASN tersebut bisa kena sanksi. Hal itu seperti dikatakan Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

Muat Lebih

“ASN jangankan mem-posting atau meng-upload ujaran kebencian terhadap Pancasila dan NKRI. Memberikan jempol itu telah berpotensi radikalisme. Kita akan panggil dan mintai keterangan mengenai maksud menyukai postingan tersebut. Jika terbukti akan ada sanksi sesuai kesalahan. Bahkan akan berhadapan dengan hukum,” kata Jenderal (Purn) Fachrul Razi saat bersilaturahmi dengan sejumlah kiai sepuh di Ponpes Lirboyo dan Al Falah Ploso, Mojo, Kabupaten Kediri Kamis (21/11/2019).

Untuk itu Menag mengajak ASN agar tidak mengunggah atau mem-posting video, berita dan berkomentar berbau radikalisme di media sosial. Ia mengimbau ASN lebih berhati-hati jangan sampai terpapar paham radikalisme.

“Sebab telah ada kesepakatan antara 11 Menteri dan lembaga negara, bahwa PNS atau ASN akan menjadi garda terdepan memberikan dan meningkatkan wawasan kebangsaan, menangkal radikalisme,” ucap Fachrul Razi.

Lebih lanjut Fachrul menjelaskan, di era kepemimpinan Presiden Jokowi periode kedua ini upaya menangkal radikalisme menjadi salah satu prioritas.[sgh]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *