Internasional

Assad Disebut-sebut Setujui Serangan Gas di Idlib

Presiden Suriah Bashar al-Assad. (Foto: AFP)

Damaskus: Presiden Suriah Bashar al-Assad menyetujui serangan gas di Provinsi Idlib, yang merupakan benteng utama yang terakhir yang dikuasai pemberontak. Kabar berasal dari sebuah laporan yang muncul pada Minggu kemarin.

Dilansir dari kantor berita Fox News, Selasa 11 September 2018, laporan itu muncul sekitar sepekan, usai Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump memperingatkan sekutunya untuk tidak menyerang provinsi tersebut. Trump mengatakan setiap serangan gas berpotensi menjadi pelanggaran kemanusiaan.

The Wall Street Journal (WSJ) mengutip beberapa para pejabat AS, yang pertama kali membuat laporan mengenai persetujuan Assad terkait Idlib. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) meyakini serangan di Idlib dapat membunuh sekitar 800 ribu orang.

WSJ melaporkan bahwa tekanan internasional tidak banyak memengaruhi Assad. Masih dari laporan itu, dikatakan bahwa Assad telah menyetujui penggunaan gas klorin di Idlib.

AS dan Prancis telah memperingatkan serangan Idlib akan memicu krisis kemanusiaan. Kedua negara itu memperingatkan bahwa serangan kimia di Idlib berpotensi mendorong pembalasan dari dunia Barat.

Sementara itu, Rusia menuduh AS melakukan serangan udara dengan menggunakan bom fosfor putih terhadap sejumlah target militer di Suriah timur. Bom jenis tersebut dilarang di bawah hukum internasional.

"Dua pesawat jet F-15 Amerika melakukan pengeboman pada 8 September di area Hajin di Deir Ezzor dengan menggunakan amunisi fosfor," ucap Jenderal Rusia Vladimir Savtchenko.

Bom fosfor putih merupakan benda terlarang di bawah Konvensi Jenewa. Bom ini dilarang digunakan terhadap target militer yang berada di area padat penduduk.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close