Astaga, Penyelundupan Benih Lobster Capai Rp 1 Triliun

  • Whatsapp
Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin

Kiagus menambahkan, PPATK juga menemukan modus-modus aliran dana dari sindikat asing ke sejumlah pengepul di Indonesia. Uang itu yang kemudian untuk mendanai pengepul membeli benur tangkapan nelayan lokal.

Modus yang sudah ditemukan oleh PPATK, aliran uang disamarkan dengan usaha valuta asing atau dengan penggunaan pihak ketiga.

Berita Lainnya

“Penggunaan rekening pihak ketiga, antara lain toko mainan, perusahaan/pemilik usaha garmen, dan perusahaan ekspor ikan dalam menampung dana yang berasal dari luar negeri,” kata Kiagus.

“Bahwa penyelundupan itu menggunakan pedagang valas, perusahaan ekspor impor ya itu biasa mekanismenya untuk mengaburkan antara uang itu dengan kegiatan ilegalnya itu. Jadi dicampurkan dengan kegiatan yang sah. Misalnya, dia ada ekspor impor yang sah dia tumpangkan di situ yang itu tadi. Tapi masih tetap ditelusuri,” sambungnya.

Menurut Kiagus, penyelundupan benih lobster itu berdampak pada sejumlah hal. Baik dari penerimaan negara maupun kelestarian sumber daya alam.

“Semakin menurunnya ekspor lobster dari Indonesia ke luar negeri, menimbulkan kerugian negara yang signifikan/mengurangi penerimaan negara, hingga mengancam kelestarian sumber daya lobster di Indonesia,” papar Kiagus.[ab]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *