Asteria Fitriani, Emak-Emak Pembuat Status Tak Usah Pasang Foto Presiden di Sekolah Resmi Ditahan Polisi

  • Whatsapp

Indopolitika.com – Anggota Reskrim Polres Metro Jakarta Utara berhasil mengungkap kasus ujaran kebencian melalui media sosial sekaligus meringkus para pelakunya.

Kapolres Metro Jakarta Utara, Kombes Pol Budhi Herdi Susianto, SH, SIK, MSi menerangkan bahwa berawal dari postingan tersangka “AF” yang mengandung ujaran kebencian (SARA) di akun Facebook dengan nama akun Asteria Fitriani.

Berita Lainnya

Adapun konten ujaran kebencian tersebut sebagai berikut, “Kalo boleh usul…di sekolah2 tidak usah lagi memajang foto presiden & wakil Presiden …turunin aj foto2nya…”

“Kita srbagai guru ngga mau kan mengajarkan anak2 kita tunduk, mengikuti dan membiarkan kecurangan dan ketidakadilan?”

“Cukup pajang foto GOODBENER kita aja…

“GUBERNUR INDONESIA ANIES BASWEDAN…” Jum’at (28/6/2019) sekira pukul 06.30 Wib di Kel.Lagoa Kec.Koja Jakarta Utara ( Rumah Tersangka ).”

“Postingan tersebut sempat viral serta membuat onaran di kalangan masyarakat dan menuai komentar atau tanggapan negatif dari lapisan masyarakat yang menganggap postingan tersebut sangat tidak pantas dilakukan,” tutur Kombes Budhi, di Halaman Polres Jakarta Utara, Kamis (11/07/2019).

Adapun barang bukti yang berhasil diamankan berupa screen capture postingan tersangka, handphone tersangka, email aktivasi FB tersangka, akun FB dengan nama Asteria Fitriani serta surat pernyataan tersangka saat klarifikasi di SMPN 30 Jakarta Utara.

Atas perbuatannya tersangka dijerat dengan UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang ITE.

Sekedar informasi, selain Kapolres Jakut, dalam jumpa pers juga turut didampingi oleh Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Ach Imam Rifai, SH, SIK, M.Pict, MISS; Kasubbag Humas Polres Metro Jakarta Utara Kompol HM Sungkono, serta anggota Reskrimsus Polres Metro Jakarta Utara. (pm/ind).

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *