Aulia yang Bunuh Suami dan Anak Tirinya Jadi Mualaf Sejak 2010

  • Whatsapp
Aulia Kusuma, pembunuh suami dan anak tiri diperlihatkan polisi.

INDOPOLITIKA – Aulia Kesuma (45), otak pembunuhan suaminya, Edi Chandra Purnama alias Pupung Sadili (54), dan anak tirinya Adi Pradana alias Dana (23), merupakan seorang mualaf. Ia berpindah agama menjadi Islam saat menikah dengan Edi alias Pupung pada tahun 2010.

“Iya, mualafnya sejak menikah dengan almarhum Edi. 9 tahun yang lalu, tahun 2010,” kata Kapolres Sukabumi, AKBP Nasriadi, Kamis (29/8).

Baca Juga:

Lokasi tempat dibuangnya jenazah Pupung dan Dana di Kabupaten Sukabumi, juga sudah dipikirkan oleh Aulia sebelum membunuh. Alasan Aulia membuang jenazah di sana karena jalanan tersebut dianggap sepi.

“Pernah, yang bersangkutan pernah mengantar Dana ke pesantren di wilayah sana, di Sukabumi. Yang dia ketahui jalannya itu, karena mereka mencari tempat yang sepi. Dia memang tahu tempat itu sepi,” ujar Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Rudy Sufahriadi dalam jumpa pers di Mapolda Jabar.

Pembunuhan tersebut sudah direncanakan Aulia sejak 22 Juli lalu di sebuah mal di Kalibata, Jakarta Selatan. Melalui perantara anak kandungnya, Geovanni Kelvin (25), Aulia bertemu dengan 4 orang eksekutor yakni Sugeng, Agus, Alva, dan Rodi pada tanggal 22 Agustus.

Selanjutnya, sambung Rudy, mereka sepakat untuk menghabisi nyawa dua korban dengan cara diracun.

Keesokan harinya yaitu tanggal 23 Agustus, dua orang eksekutor dan Aulia menuju ke rumah Pupung yang terletak di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan. “Pelaksanaan pembunuhan di Lebak Bulus Jakarta itu tanggal 23 malam hari,” ucap Rudy.

Korban yang pertama kali dieksekusi ialah Pupung. Pupung tewas setelah diracun. Kemudian dini hari sekitar pukul 01.00 WIB hingga 03.00 WIB, giliran Dana yang dihabisi nyawanya. Dana dihabisi setelah diajak minum-minuman keras oleh Kelvin.

“Yang terbunuh pertama kali adalah Edi Candra Purnama. Tanggal 24 (Agustus) dini hari antara pukul 01.00 WIB sampai pukul 03.00 WIB, anaknya Adi Pradana dibunuh,” ucap Rudy.

Setelah keduanya dipastikan terbunuh, mereka terlebih dahulu menyimpan jenazah di garasi. Kemudian, pada Minggu (24/8) pagi, Aulia membawa dua korban ke Sukabumi untuk dibakar.”Tanggal 24 pagi pukul 08.00 WIB, jenazah dibawa ke Sukabumi. Tanggal 24 siang dibakar,” ungkap Rudy.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *