Internasional

Autopsi Selesai, Jenazah WNI Tenggelam di Jerman Akan Dipulangkan

Ilustrasi oleh Medcom

Jakarta: Jenazah mahasiswi asal Indonesia berinisial 'SPDP' yang tenggelam di Danau Trebgas, Bavaria, Jerman, Kamis pekan lalu sudah selesai diautopsi. Konsulat Jenderal RI di Frankfurt memperoleh notifikasi dari otoritas di Jerman.
 
Baca juga: Seorang WNI Dilaporkan Tewas Tenggelam di Jerman.
 
Dengan selesainya autopsi tersebut, jenazah WNI ini akan diserahterimakan kepada perwakilan Indonesia pada hari ini, Rabu 15 Agustus 2018.
 
"Hari ini, wakil KJRI akan mengambil jenazah dari Beyruth, mengurus sertifikat autopsi atau kematian, melakukan pemulasaraan secara Islam dan menyiapkan proses pemulangan," kata Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia dan Badan Hukum Indonesia (PWNI dan BHI) Kementerian Luar Negeri RI Lalu Muhammad Iqbal, dalam keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Rabu 15 Juli 2018.
 
Iqbal mengatakan pemulangan akan dilakukan segera. Pihak keluarga juga sudah melakukan permohonan resmi kepada Kementerian Luar Negeri RI untuk bantuan pemulangan.
 
Meski demikian, lanjut Iqbal, pihaknya belum tahu tepatnya tanggal pemulangan jenazah. "Tanggal pemulangan belum bisa dipastikan karena menunggu ketersediaan slot kargo dari penerbangan. KJRI telah mulai mengurus proses pemulangan tersebut," tuturnya.
 
WNI yang tengah kuliah di Negeri Bavaria itu tenggelam di Danau Trebgas, Kamis pekan lalu. Kala itu dia tengah berwisata bersama dua rekannya.
 
Baca juga: Kronologis Tenggelamnya WNI di Danau Trebgas, Jerman.
 
'SPDP' hilang saat berwisata di danau tersebut pada Rabu 8 Agustus dan ditemukan tak bernyawa keesokan harinya.
 
Masih belum diketahui alasan Shinta tenggelam. Namun, kemungkinan besar dia berenang di danau tersebut karena tak kuat menahan hawa panas yang menyerang beberapa negara di Eropa, termasuk Jerman.
 
Imbauan untuk WNI
 
Sebelumnya Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemenlu RI Lalu Muhammad Iqbal menyatakan bahwa pihaknya sangat prihatin dengan kejadian ini. Pihaknya juga merasakan kesedihan pihak keluarga.
 
"Kami Pastikan akan bantu keluarga sesuai kebutuhannya. Kalau keluarga mampu biayai pemulangan, kami akan bantu seluruh aspek administratifnya, termasuk penanganan di bandara. Tapi kalau keluarga tidak mampu biayai pemulangan, tentu kami akan bantu membiayai pemulangannya," tutur Iqbal.
 
"Percayalah, perwakilan kita di Jerman pasti akan lakukan yang terbaik," jelasnya.
 
Terkait dengan beberapa kejadian yang menimpa WNI, KJRI Frankfurt mengimbau agar seluruh WNI dan mahasiswa Indonesia di di wilayah kerja KJRI Frankfurt agar dapat meningkatkan kewaspadaan dan menjaga diri ketika berada di tempat umum.
 
WNI juga diharapkan bisa mematuhi himbauan pihak keamanan dan aparat setempat dalam setiap kesempatan. Selain itu mereka juga harus memantau keberadaan anggota keluarga dan selalu waspada terhadap keamanan pribadi dan anggota keluarga.
 
KJRI meminta agara WNI selalu membawa identitas diri pada saat bepergian. Jika memerlukan bantuan darurat, dapat menghubungi KJRI Frankfurt dengan alamat kontak: Zeppelinallee 23, 60325 Frankfurt am Main Hotline +491624129044.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close