INDOPOLITIKA – Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mendesak PAN, Partai Golkar dan Partai NasDem untuk segera memproses pergantian antar waktu (PAW) anggota DPR RI yang sebelumnya sudah dinonaktifkan.

Adapun para anggota DPR dimaksud di antaranya, Uya Kuya dan Eko Patrio dari PAN serta Nafa Urbach dan Ahmad Sahroni dari Partai NasDem.

Partai Golkar juga ikut menonaktifkan kadernya, Adies Kadir dari keanggotaan DPR RI imbas aksi penolakan masyarakat terhadap tunjangan anggota dewan. Harus diketahui, meski mereka dinonaktifkan, mereka tetap menerima gaji dan tunjangan seperti biasa.

“Dan bagi NasDem, Golkar juga PAN, harus segera umumkan keputusan PAW (Pengganti Antar Waktu) agar publik percaya mereka memihak rakyat, jangan sampai hanya janji palsu,” tandas Dedi.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sudah menerima laporan dari para ketua umum partai politik yang telah menindak tegas terhadap kader-kadernya, yang belakangan ini mendapat sorotan publik lantaran dianggap nirempati dan tidak peka terhadap situasi terkini dalam negeri.

“Saya menerima laporan dari para ketua umum partai politik bahwa mereka telah mengambil langkah tegas terhadap anggota DPR masing-masing terhitung sejak hari Senin 1 September 2025, yaitu terhadap anggota DPR masing-masing yang telah mungkin menyampaikan pernyataan-pernyataan yang keliru. Langkah tegas tadi yang dilakukan ketua umum partai politik adalah mereka masing-masing dicabut dari keanggotaannya di DPR RI,” kata Prabowo di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, pada Minggu (31/8/2025). (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com