Ayatollah Ali Khamenei: Pemerintah India Harus Berhenti ‘Membantai’ Umat Muslim

  • Whatsapp
Seorang anak menangis di depan jenazah orangtuanya, yang diduga korban kerusuhan beberapa waktu lalu. Foto: dok/twitter Ayatollah.

INDOPOLITIKA.COM – Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatollah Seyyed Ali Khamenei memperingatkan pemerintah India agar tidak melanjutkan pembantaian umat Islam. Ayatollah mengatakan bahwa pogrom yang sedang berlangsung terhadap orang-orang Muslim di negara Asia Selatan itu akan berimbas dengan kemungkinan adanya isolasi New Delhi oleh dunia Islam.

Pernyataan itu disampaikan Ayatollah melalui twitter pribadinya, Kamis (5/3/2020) dalam bahasa Urdu, Inggris dan Persia. Ia mengutuk pembunuhan brutal lebih dari 40 Muslim selama rentang empat hari kekerasan yang dimulai di New Delhi pada 23 Februari lalu. “Hati umat Islam di seluruh dunia berduka atas pembantaian umat Islam di India,” cuit Ayatollah Khamenei.

Berita Lainnya

“Pemerintah India harus menghadapi umat Hindu ekstremis & partainya & menghentikan pembantaian umat Islam untuk mencegah isolasi India dari dunia Islam, ” tulisnya.

Pada Senin lalu, Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif juga mencutikan desakan agar Pemerintah India memastikan kesejahteraan semua warganya, dan tidak membiarkan premanisme menang di negara tersebut.

Tidak berselang lama, komentar-komentar pemimpin Iran langsung direspon New Delhi, yang langsung memanggil duta besar Iran untuk New Delhi. Juru bicara Kementerian Luar Negeri India Raveesh Kumar mengatakan protes yang disampaikan tersebut tidak beralasan. “Protes keras seperti yang disampaikan itu tidak beralasan. Tidak dapat diterima,” sebutnya.

Selasa (3/3/2020), warga Iran maupun mahasiswa dan seminari melancarkan aksi protes di depan kantor Kedutaan Besar India di ibukota Teheran untuk mengecam pembantaian itu. Para demonstran Iran meneriakkan slogan-slogan dan mengangkat plakat bertuliskan pernyataan mendukung Muslim dan mengutuk pembantaian. Beberapa diantara mereka juga menunjukan foto pertumpahan darah pada kerusuhan itu.

Para pengunjuk rasa mendesak organisasi-organisasi internasional dan kemanusiaan untuk tidak diam terhadap kekejaman India terhadap umat Muslim. Para demonstaran meminta New Delhi bertanggung jawab atas pembantaian itu dan meminta otoritas diplomatik Republik Islam untuk berkontribusi pada upaya mencegah kekejaman seperti itu terjadi kembali.[asa]

 

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *