Internasional

Babak Akhir Pencarian Malaysia Airlines MH370

Pencarian Pesawat MH370 memasuki babak final. (Foto: AFP).

Kuala Lumpur: Setelah bertahun-tahun dalam penyelidikan, misteri yang menyelimuti kecelakaan pesawat Malaysia Airlines MH370 kemungkinan akan diakhiri dengan laporan final.

Pada Senin 30 Juli 2018 pagi waktu Kuala Lumpur, Pemerintah Malaysia akan merilis laporan akhir mengenai nasib dari pesawat itu. Penyelidikan bertahun-tahun belum didapatkan kesimpulan konkret mengenai apa yang dialami pesawat itu pada 8 Maret 2018. Dirilisnya laporan ini pertanyaan dari misteri jatuhnya pesawat itu tetap tidak terjawab.

Laporan akhir MH370

Sebelumnya Kementerian Transportasi Malaysia memastikan bahwa laporan akhir mengenai MH370 akan dikeluarkan Senin 30 Juli 2018.

Sebelumnya pada Mei 2018, Negeri Jiran menghentikan pencarian bawah laut yang dibiayai oleh swasta. Pesawat Boeing 777-200 ER jatuh ke laut saat terbang dari Kuala Lumpur dengan tujuan Beijing dengan membawa 239 orang di dalamnya.

Menteri Transportasi Anthony Loke menyebutkan bahwa pihaknya akan memberikan penjelasan kepada keluarga korban pesawat MH370. "Semua perkataan yang direkam oleh tim penyelidik akan dipaparkan dalam laporan ini," ujar Menteri Loke, kepada jurnalis, pekan lalu.

"Laporan akan dipaparkan secara penuh, tanpa diedit penambahan atau pengurangan informasi," tegas Loke.

Laporan akan dikeluarkan juga secara online, sementara laporan dalam bentuk fisik akan diserahkan kepada keluarga dan media terakreditasi.

Voice 370,-sebuah kelompok yang mewakili keluarga penumpang MH370,- mendesak Pemerintah Malaysia untuk mengkaji penerbangan itu. Hal ini termasuk "kemungkinan adanya pemalsuan atau penghilangan catatan terkait MH370 bersama dengan laporan perawatannya".

Hingga saat ini baru ada tiga puing pesawat MH370 ditemukan dan terkonfirmasi berasal dari pesawat itu. Puing itu ditemukan hanyut di Samudera Hindia, yang menjadi wilayah pencarian dari MH370.

Proses pencarian sendiri sudah dihentikan oleh perusahaan pencari asal Amerika Serikat (AS), sejak 29 Mei 2018. Pencarian sendiri sudah meliputi hingga 112 ribu kilometer persegi wilayah selatan Samudera Hindia. Selama tiga bulan, proses pencarian tidak menghasilkan apapun.

Ini adalah proses pencarian terbesar setelah Australia, Tiongkok dan Malaysia menghentikan pencarian tanpa akhir yang menghabiskan dana sekitar USD200 juta dan dengan wilayah pencarian hingga 120 ribu kilometer persegi tahun lalu. Perdana Menteri Mahathir Mohamad mengatakan bahwa Malaysia akan mempertimbangkan untuk melanjutkan pencarian jika memang ada petunjuk baru. 

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close