Badai Covid-19, 20 SMP di Tangsel Ditutup Sementara

Walikota Tangsel, Benyamin Davnie.

INDOPOLITIKA.COM – 20 sekolah menengah pertama (SMP) negeri dan swasta di Tangerang Selatan yang ditutup sementara karena kasus Covid-19.

“Untuk sementara waktu sekolah tersebut ditutup dan digantikan dengan PJJ untuk sementara,” ujar Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie kepada wartawan, Kamis (3/2)

Benyamin mengungkapkan, kecenderungan kasus Covid-19 di wilayahnya berasal dari klaster keluarga. “Semuanya tertular dari klaster keluarga,” ungkapnya.

Saat ini, kegiatan pembelajaran tatap muka (PTM) 50 persen di Tangsel kembali diberlakukan. Kebijakan tersebut berlaku sejak 27 Januari lalu.

“PTM 50 persen sudah berjalan sejak minggu lalu kebijakan pembelajarannya,” jelasnya.

PTM 50 persen artinya hanya sebagian kelas yang boleh mengikuti kegiatan belajar mengajar tatap muka. Jika jumlah siswa dalam satu kelas ada 30 siswa, maka hanya 15 siswa yang boleh masuk ke dalam kelas.

Sedangkan 15 siswa lainnya masuk kelas di hari yang berbeda. Benyamin mengatakan, jika angka kasus Covid-19 harian terus meningkat, pihaknya kemungkinan akan memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) nantinya.

“Ke depan tetap saya juga sudah minta ke Dinas Pendidikan untuk dievaluasi (PTM). Perkembangan terakhir kalau memang angkanya terus meningkat se-tangsel, maka tidak mustahil kita lakukan lagi pjj nantinya,” tandasnya.

Selain itu, Kepala Dinas Pendidikan Tangsel Deden Deni juga membenarkan adanya 20 sekolah di Tangsel yang ditemukan kasus Covid-19. “Ya benar,” ucapnya.


Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News

Berita Lainnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.