Bagi Masyarakat Yang Ingin Liburan Nataru, Perhatikan Titik-titik Kemacetan Ini

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM- Kementerian Perhubungan memprediksi titik kemacetan saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) terjadi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek. Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan pusat kemacetan yang terjadi biasanya terletak di Gerbang Tol Cikampek Utama.

“Kalau prediksi saya, kemacetan ini secara umum kalau hanya terjadi di jalan tol itu di pintu (tol) Cikampek Utama. Dari survei, (jumlah kendaraan) yang keluar Jakarta 40 persennya nya ke Jawa Tengah dan Jawa Timur,” kata Budi saat konferensi pers Persiapan Direktorat Perhubungan Darat Kemenhub Jelang Natal dan Tahun Baru di Jakarta, Senin (16/12).

Bacaan Lainnya

Budi Juga menjelaskan beberapa titik kemacetan selain di Gerbang Tol Jakarta-Cikampek. Kata dia, kemacetan nanti akan terjadi di Gerbang Tol Kali Urip Utama. Kemacetan ini terjadi lantaran banyaknya arus kendaraan yang ingin memasuki Kota Bandung, Purwakarta dan lain sebagainya.

Kemacetan diperparah karena ada proses kontruksi Tol Cileunyi- Sumedang- Dawuan yang masih berjalan. Akibatnya, penumpukan kendaraan bakal terjadi saat ingin keluar di Gerbang Tol Cileunyi.

“Kemudian ada juga di Bandung, Nagrek sampai dengan Limbangan masih potensi besar kemacetan. Kalau parah dari Nagreg, kita alihkan ke Garut sampai Singaparna sampe ke Tasik,” ujarnya.

Untuk Kawasan Bogor, Jalur Puncak- Bogor akan berpotensi menjadi pusat kemacetan. Untuk mengatasi hal itu, Budi mengatakan Polres Bogor sudah melakukan koordinasi kepada Kemenhub untuk menutup jalur Puncak mulai 31 Desember 2019, pukul  18.00 WIB, hingga 1 Januari 2019.

“Berikutnya di Puncak. Kemarin Polres Bogor mengumumkan tanggal 31 Desember-1 Januari kendaraan Jakarta tidak bisa melalui puncak,” tuturnya.

Sementara,  untuk jalan tol yang dari Cirebon sampai Semarang. Budi mengatakan, potensi kemacetannya sangat kecil. Kata dia, kemacetan hanya akan terjadi pada jalan nasional di wilayah Pejagan, terutama yang menuju ke arah Purwokerto.

“Cirebon dan Semarang potensi kemacetannya kecil sekali. Paling ke jalan nasional ini di Pejagan keluar yang kearah Purwokerto,” imbuhnya.

Budi pun mengimbau agar masyarakat yang ingin menuju Purwokerto agar menghindari pintu keluar tol Pejagan ataupun Bumiayu. Sebab, wilayah ini tidak siap untuk melayani arus lalu lintas yang cukup tinggi karena kondisi jalan yang sempit dan disana ada pasar tumpah.

“Makannya kita imbau masyarakat yang ke arah Jawa Tengah dengan tujuan Kabupaten Purbalingga, jangan keluar di tol Pejagan. Kalau keluar di Pejagan, di Bumiayu berat sekali. Selain jalannya sempit, ada pasar tumpah dan tidak ada jalan alternatif. Jadi mendingan keluarnya Adiwerna atau Gandulan di Pemalang,” pungkasnya.[pit]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *