Bahas Afganistan, Trump Dijadwalkan Bakal Bertemu PM Pakistan

  • Whatsapp
Trump dan PM Pakistan

JAKARTA, INDOPOLITIKA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump akan bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan. Mereka akan membicarakan tentang Afghanistan dalam upaya AS mewujudkan perdamaian menghentikan perang yang sudah berlangsung lebih dari 18 tahun.

Dilansir AFP, Senin (22/7/2019), tujuan dari kunjungan itu, kata pejabat senior pemerintahan Trump, adalah ‘menekan kerja sama konkret dari Pakistan untuk memajukan proses perdamaian Afganistan’.

Muat Lebih

Pemerintahan Trump juga ingin mendorong Pakistan untuk ‘memperdalam dan mempertahankan upaya terkini untuk menindak militan-militan dan teroris di wilayahnya’, ujar pejabat senior yang enggan disebutkan namanya itu.

Amerika Serikat mendesak perjanjian politik dengan Taliban sebelum pemilihan presiden di Afghanistan September mendatang. Ini mungkin akan membuka jalan bagi kebanyakan prajurit Amerika Serikat untuk menarik diri dari Afghanistan dan mengakhiri perang terpanjang Amerika.

Washington dan Kabul menuduh Pakistan mendukung kelompok ekstremis bersenjata seperti jaringan Haqqani yang beraliansi dengan Taliban, dengan memberikan perlindungan di wilayah Pakistan di sepanjang perbatasan Afghanistan.

Pakistan membantah memberikan dukungan semacam itu dan berargumen bahwa, pada kenyataannya, mereka telah mengalami kerugian nyawa dan uang karena memerangi ekstremis.

“Kami risau soal hubungan dengan kelompok ini dan intelijen dan militer Pakistan,” kata pejabat tersebut, merujuk kepada Jaish-e-Mohammed, Lashkar-e-Taiba dan jaringan Haqqani.

Pakistan ingin menopang hubungan dengan Amerika Serikat setelah bertahun-tahun berselisih.

“Salah satu alur cerita besar yang memasuki pertemuan Trump-Khan adalah terputusnya harapan secara tajam,” kata wakil direktur Program Asia di The Wilson Centre, Michael Kugelman.

“Pakistan ingin menggunakan pertemuan itu sebagai kesempatan untuk memulihkan dan memperluas hubungan. AS memiliki tujuan yang lebih sempit untuk mendapatkan lebih banyak bantuan dari Pakistan untuk proses perdamaian Afghanistan,” kata Kugelman.

Bagaimana kedua pemimpin berinteraksi-juga bukan seorang politisi sebelum mengambil alih kekuasaan-juga akan diawasi dengan ketat.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *