Bahas Bekasi Gabung Jakarta, Pepen Temui Ridwan Saidi

  • Whatsapp
Pepen saat temui di Ridwan Saidi

INDOPOLITIKA – Walikota Bekasi Rahmat Effendi tampaknya ingin melanjutkan wacana Bekasi bergabung dengan Jakarta ke tahap yang lebih jauh. Bersama Sejarawan Bekasi Ali Anwar, Rahmat bertandang ke kediaman Ridwan Saidi, tokoh, dan budayawan Betawi.

Tentu, pembicaraan berkisar pada wacana itu. Pepen, sapaan akrab wali kota, ingin bertukar pikiran dengan tokoh senior tersebut, khususnya tentang budaya Betawi, dan Bekasi.

Baca Juga:

Menurut Ridwan banyak kesamaan Bekasi dengan Jakarta, baik dari segi kultur budaya, sejarah kewilayahan, dan kesamaan pandangan.

“Bagus kalau mereka masuk Jakarta karena Bekasi itu wilayah budaya Betawi. Kita bukan bicara wilayah administrasi, wilayah budaya Betawi Bekasi itu karena mereka berbahasa Betawi,” katanya.

Pepen menjelaskan silaturahmi itu untuk mendengar masukan dari tokoh sekaliber Ridwan Saidi, termasuk soal napak tilas sejarah Bekasi dan Jakarta.

“Seperti yang disampaikan Bang Ridwan Saidi, kulturnya bekasi itu kental ke Betawi. Bahasanya pun medok Betawi. Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi memang sudah terintegrasi dengan DKI, hanya saja secara administrasi pemerintahannya berbeda,” jelas Rahmat Effendi.

“Kalau Bogor menggagas Provinsi Bogor Raya, Kita sampaikan Bekasi itu polisinya sudah ke Polda Metro Jaya, tentaranya ke Jayakarta, administratif hirarkisnya, dulu keresidenan Jatinegara itu, Jatinegara, Cilincing, Bekasi,” sambungnya.

Pada 1950, Kabupaten Jatinegara berganti nama menjadi Kabupaten Bekasi, wilayah Jatinegara masuk ke Distrik Federal Jakarta. Pada 1976, Cakung, Cilincing, dan Sebagian Pondok Gede dimasukkan pemerintah pusat ke DKI Jakarta.

“Nah, sekarang kita tinggal hasil pemekaran kabupaten/kota, tentunya punya historis budaya. Sejarah yang sama dengan DKI,” demikian Pepen.[ab]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *