INDOPOLITIKA – Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Aceh terkait belum pulihnya aliran listrik sepenuhnya pascabencana banjir bandang dan tanah longsor.

Hingga kini, pemulihan sistem kelistrikan di 18 kabupaten masih terganggu akibat kerusakan pada jaringan transmisi.

Saat melakukan kunjungan bersama Presiden Prabowo Subianto, Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa pemulihan listrik telah mencapai 93 persen.

“Malam ini nyala semua, Pak,” ujarnya ketika ditanya mengenai progres pemulihan.

Namun kondisi terbaru menunjukan kondisi berbeda. Sejumlah permukiman di Banda Aceh masih gelap akibat pemadaman bergilir sejak banjir besar akhir November lalu.

Bahlil Lahadalia kemudian mengoreksi pernyataannya. Ia menegaskan bahwa estimasi awal pemulihan listrik ternyata tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Awalnya kami memperkirakan pemulihan akan lebih cepat, namun hambatan teknis di lokasi membuat prosesnya tertunda,” katanya.

Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, juga mengakui adanya kesalahan perhitungan dalam perbaikan transmisi Arun–Banda Aceh. Meski perbaikan fisik telah selesai, proses penyambungan sistem ternyata memakan waktu lebih lama.

“Dalam proses ini, kami sempat memberikan informasi yang tidak akurat kepada Bapak Menteri. Kami meminta maaf kepada masyarakat Aceh atas ketidaknyamanan ini,” ujar Darmawan.

Hingga Selasa pagi, data PLN mencatat masih ada 1.234 desa yang belum tersambung listrik, sementara 4.717 desa telah kembali menerima pasokan listrik. Aceh Timur menjadi wilayah dengan pemulihan terendah, dengan 453 desa masih gelap total dan hanya 62 desa yang telah mendapatkan listrik kembali.

Darmawan menegaskan seluruh tim PLN bekerja maksimal untuk mempercepat pemulihan jaringan listrik di Aceh, memastikan progres perbaikan terus berlangsung agar masyarakat segera memperoleh layanan listrik secara normal.(Hny)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com