Balitbang Kemenhub: Balikpapan Kota Paling Tertib Lalu Lintas Di Indonesia

  • Whatsapp
Kota Balikpapan

INDOPOLITIKA.COM – Kota Balikpapan disebut sebagai kota paling tertib lalu lintas di Indonesia. Karena itu dipilih sebagai salah satu lokasi dan kompleks pusat pemerintahan. Karena itu pula Kemenhub yakin tak akan sulit menata transportasi di kota tersebut. Tidak seperti di Jakarta yang kian hari kian semrawut.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemenhub Sugihardjo mengatakan, tidak bakal mengalami kesulitan berarti dalam mengatur transportasi di Ibukota baru. Di tiga daerah di Kalimantan tersebut. Mereka telah melakukan kajian dan riset soal perilaku dan mobilitas warga disana.

Baca Juga:

“Saya pengalaman ya. Di seluruh Indonesia itu yang paling tertib lalu lintas paling bagus di Indonesia itu Kota Balikpapan,” katanya usai menjadi pemateri dalam sebuah diskusi di salah satu hotel di Pecenongan, Kamis (10/10)

Tingkat kepatuhan, kedisplinan warga di Balikpapan sudah sangat baik. Kepatuhan itu salah satunya karena banyaknya pendatang warga negara asing (WNA) yang tinggal di Balikpapan. Kepatuhan berkendara di negaranya terbawa hingga saat mereka menetap di Balikpapan.

“Kepatuhan mereka karena mungkin banyak ekspatriat asing. Jadi disiplin untuk berhenti, menyebrang, kulturnya sudah terbentuk disiplinnya. Jadi cocok untuk pusat ibukota,” katanya.

Masyarakat disana akan mudah menerima dan beradaptasi dengan perubahan-perubahan yang terjadi. Terutama setelah Ibukota negara dipindah secara resmi. Termasuk didalamnya beradaptasi dengan transportasi modern yang akan dibangun pemerintah.

“Disana sudah multi etnis. Jadi tidak ada lagi yang menyangkut SARA,” ujarnya.

Terkait fasilitas utama transportasi ibukota baru, dia mengatakan mereka siap membangunnya. Dia menjelaskan, mereka menyiapkan dua skema pengembangan transportasi. Pertama menyediakan fasilitas untuk kemudahan mobilitas dalam kota. Kedua mobilitas dan koneksi regional.

Terkait koneksi regional, mereka akan memaksimalkan dua bandar udara di sana. Yakni Bandar Udara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan maupun Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto di Samarinda.

“Yang di Balikpapan dan Samarinda itu akan di tingkatan. Di Balikpapan itu sampai 30 ribu penumpang per hari. Runway nya 3.250 meter. Sementara di Samarinda juga akan ditingkatkan menjadi 20 ribu penumpang per hari. Itu untuk masyarakat umum,” katanya.

Sementara, untuk bandar khusus kenegaraan, mereka memilih untuk membangun bandar baru. Sebab, bila gabung dengan bandara umum dikhawatirkan akan mengganggu penerbangan reguler. Yang pasti, bandar khusus kenegaraan itu dibangun tak jauh dari pusat ibukota.

“Kalau untuk tamu negara, kepresidenan, termasuk privat jet itu dekat. 15 sampai 20 kilometer. Seperti dari pusat kota ke Halim Perdanakusuma,” katanya.[ab]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *