Internasional

Balon Bayi Raksasa akan Sambut Donald Trump di Irlandia

Balon udara berbentuk Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump (Foto: AFP).

Dublin: Terinspirasi oleh balon udara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berbentuk bayi menjerit, Irlandia akan menerbangkan balon serupa pada kunjungan Trump ke negara itu November mendatang.
 
Balon udara bayi Trump itu sebelumnya diterbangkan di London, Inggris pada Juli lalu. Balon 'Bayi Trump' setinggi enam meter itu diciptakan oleh kelompok aktivis Inggris yang mengumpulkan dana lebih dari USD44.000 atau sekitar Rp631 juta sebagai bentuk protes terhadap Presiden AS tersebut.
 
Puluhan ribu orang mengisi tiap jalanan di London untuk memprotes kunjungan Trump pada Juli, di mana ia bertemu dengan Perdana Menteri Inggris Theresa May dan Ratu Elizabeth II.
 
Setelah pertemuannya dengan petinggi Inggris, Trump melanjutkan perjalanannya ke Helsinki, Finlandia untuk bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
 
"Kami ingin membawa bayi Trump ke Irlandia saat kunjungannya," kata aktivis anti-Trump Irlandia, Kevin Smith dilansir dari Independent, Senin 3 September 2018.
 
"Hasil dari penggalangan dana telah melewati target, kami akan menggunakan kelebihan uang untuk menerbangkan bayi Trump di mana pun kami bisa. Aksi ini ditujukan untuk mengejek Donald Trump secara global, dan jadi ini akan menjadi peluang yang sangat baik," imbuhnya.
 
"Kami begitu terinspirasi oleh semua orang di Irlandia yang telah berjuang untuk hal-hal seperti pernikahan gay dan hak aborsi. Jadi kami menganggap akan ada perlawanan besar-besaran terhadap politik kebencian dan perpecahan Trump. Dan itu akan menjadi kehormatan bagi bayi Trump untuk menjadi bagian dari acara ini," tambah Smith.
 
Pada Sabtu, pemimpin Partai Hijau Irlandia Eamon Ryan mendorong orang-orang untuk "menunjukkan kebencian dan penolakan mereka terhadap kebijakan Pemerintah Trump dalam protes massal berskala besar di seluruh negeri."
 
Kunjungan Trump ke Irlandia pada November mendatang merupakan undangan dari Perdana Menteri Irlandia Leo Varadkar pada bulan Maret lalu untuk berpartisipasi dalam peringatan Hari Gencatan Senjata, menandai peringatan ke-100 akhir Perang Dunia I. (Khalisha Firsada)

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close