Bamsoet: PP Bisa Menjelma “Buas” dan “Preman” jika Presiden Jokowi Diganggu    

  • Whatsapp
Ketua MPR Bambang Soesatyo, saat pembukaan Mubes Pemuda Pancasila, di Jakarta, Sabtu (26/10/2019).

INDOPOLITIKA.COM  – Ketua MPR Bambang Soesatyo menegaskan, Keluarga Besar Pemuda Pancasila merupakan organisasi yang mendedikasikan gerakannya untuk membangun pemuda-pemudi Indonesia yang tangguh dalam mengawal ideologi Pancasila. Bukan organisasi preman yang menggunakan otot, golok, atau tatoo.

“Pemuda Pancasila lebih mengedepankan otak, pikiran, pengetahuan dan kecerdikan. Buktinya, anggota Pemuda Pancasila tersebar di semua partai politik. Pemuda Pancasila tidak kemana-mana, tapi ada dimana-mana,” kata Bamsoet saat sambutan dalam Musyawarah Besar Pemuda Pancasila ke-10 (Mubes PP X), sekaligus perayaan HUT Pemuda Pancasila ke-60, yang dibuka Presiden Joko Widodo di Jakarta, Sabtu (26/10/19).

Baca Juga:

Menurut mantan Ketua DPR itu, kekuatan otot tidak lagi relevan di jaman modern saat ini. Namun, menjaga bangsa dan negara tidak cukup dengan hanya mengandalkan ilmu pengetahuan, tapi juga diperlukan ilmu pengertian.

“Karenanya, Pemuda Pancasila akan menjelma menjadi ‘preman’ dan menjadi ‘buas’ tanpa pandang bulu sampai titik darah penghabisan, manakala ada yang mengganggu kedaulatan bangsa, NKRI, Pancasila, dan Presiden Joko Widodo selaku Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan,” Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menegaskan, Indonesia membutuhkan generasi muda yang penuh inovasi, mampu membalik ketidakmungkinan menjadi peluang, serta mampu membuat kelemahan menjadi kekuatan. Selain, mampu membuat keterbatasan menjadi keberlimpahan dan mampu mengubah tidak berharga menjadi bernilai.

“Pemuda Pancasila harus mampu berada pada kelompok pemuda itu. Sehingga, bisa berkontribusi dalam mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo yang dalam periode kedua ini menitikberatkan pada pembangunan sumber daya manusia,” kata Bamsoet.

Selain Presiden Jokowi, turut hadir antara lain Ketua DPD RI La Nyalla, Menpora Zainudin Amali, Menteri Koperasi Teten Masduki, Ketum Nasdem Surya Paloh, Wakil Ketua DPR RI Azis Syamsudin, Wakil Ketua DPD RI Mahyudin, Ketua Komite II DPD RI Yorrys Raweyai, Kasum TNI Letjen TNI Joni Supriyanto serta mantan Menhan Ryamizard Ryacudu.[asa]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *