Bandel Sih, Dua Oknum Jaksa DKI Pemeras Saksi Kini Berstatus Tersangka

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) pada Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan dua oknum jaksa di Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI dan satu pihak swasta sebagai tersangka, pada Kamis (5/12/2019). Mereka terbukti melakukan tindak pemerasan miliaran rupiah.

“Dua jaksa itu sudah ditetapkan sebagai tersangka. Pihak swastanya juga sudah tersangka,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Mukri, kepada wartawan, Kamis (5/12/2019).

Bacaan Lainnya

Mereka adalah YRM sebagai Kasi Penyidikan pada Aspidsus Kejati DKI, FYP sebagai Kasubsi Tipikor dan TPPU pada Aspidsus Kejati DKI dan Cecep Hidayat sebagai pihak swasta. Ketiganya, terlibat dalam kasus pemerasan terhadap mantan manager PT Dok dan Perkapalan Koja Bahari (Persero) M. Yusuf.

Untuk diketahui, M. Yusuf adalah saksi kasus dugaan penyimpangan dalam pengelolaan keuangan PT.Dok dan perkapalan Koja Bahari (Persero) tahun 2012–2017 yang sedang ditangani Pidsus Kejati DKI. “Mereka memeras saksi senilai Rp1 miliar,” tambah Mukri.

Mukri melanjutkan, saat ini, ketiganya telah ditahan oleh penyidik di rumah tahanan (rutan) Kejagung. “Ketiganya sudah terbukti melakukan pemerasan dan sudah ditahan di rutan,” lanjutnya.

Ditegaskan Mukri, meski telah menahan keduanya, hingga saat ini, penyidik belum melakukan penggeledahan ruang kerja mereka. “Jadi belum ada penggeledahan. Karena ini berkaitan dengan kasus tertentu,” lanjut Mukri.

Sebelumnya, Mukri menyebut, penyidik telah menyita beberapa barang bukti. Sayang, dia enggan membeberkannya. “Barang bukti sudah diamankan. Nanti apa saja akan diinformasikan lagi,” tandas Mukri.

Belakangan diketahui, permintaan uang miliaran itu dilakukan oleh FYP melalui Cecep. Atas informasi itu, penyidik langsung menangkap Cecep. Lalu, menangkap FYP dan YRM. “Saat ini ketiganya sudah diamankan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tandasnya.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *