Banjir di Kalsel Makin Parah, Ketua DPD Minta Mensos Risma Segera Bertindak

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Banjir yang terjadi sejak Senin (11/1/2021) lalu di beberapa wilayah du Kalimantan Selatan, makin meluas sehingga mencakup sebagian besar wilayah dan memaksa sebagian warga mengungsi.

Total ada 26 kecamatan di tujuh kabupaten dan kota di Kalsel terendam banjir sekitar 1,5 meter hingga 2 meter akibat curah hujan tinggi.

Berita Lainnya

Berdasarkan data Dinas Sosial Pemprov Kalsel, sebanyak 71.339 orang atau 19.502 kepala keluarga terdampak bencana banjir ini.

Rincian dari tujuh kabupaten dan kota yang terendam banjir yakni Kabupaten Tapin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Tanah Laut, Kabupaten Banjar, Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Hulu Sungai Selatan dan Kabupaten Balangan.

Di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), banjir juga makin parah akibat hujan yang terus menerus turun. Hal ini makin dipersulit dengan aliran listrik yang padam di seluruh wilayah Barabai dan sekitarnya. Air PDAM macet dan sinyal internet down atau tidak bisa diakses sehingga membuat masyarakat kesulitan untuk berkomunikasi dan meminta bantuan.

“Dari pukul delapan tadi listrik sudah mati, leding tidak jalan dan internet tidak bisa digunakan,” kata seorang warga Barabai Jamal dikutip dari Antara, Jumat (15/1/2021).

Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti mendesak Menteri Sosial Tri Rismaharini untuk segera bertindak cepat mengatasi banjir yang terjadi di sejumlah kabupaten di Provinsi Kalimantan Selatan.

“Saya turut prihatin atas bencana banjir yang melanda. Semoga musibah ini bisa diatasi dengan cepat dan masyarakat di Kalsel bisa kembali beraktivitas tanpa ada halangan apapun. Saya mendorong Menteri Sosial, pemerintah daerah dan BNPB segera bertindak cepat mengatasi banjir yang terjadi, sekaligus mengirimkan bantuan yang diperlukan masyarakat,” katanya Jumat (15/1/2021).

LaNyalla menilai banjir tak serta merta datang begitu saja. Ia percaya ada sebab yang membuat banjir datang menghantam rumah-rumah warga. Dalam konteks itu, LaNyalla meminta agar penyebab banjir segera dilakukan pembenahan agar tak terjadi kembali.

“Kita berharap peristiwa ini tak terjadi lagi. Tentu hal terpenting adalah tindakan preventif agar tak berulang kembali. Maka dari itu, sumber penyebab banjir harus segera dicarikan solusinya,” pinta LaNyalla. [rif]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *