INDOPOLITIKA – Hujan di daerah hulu sungai menyebabkan banjir yang merendam pemukiman warga Kecamatan Paherang, Kabupaten Pangandaran, Sabtu (15/11). Sebanyak 165 unit rumah terdampak akibat kejadian ini.

BPBD Kabupaten Pangandaran melakukan evakuasi warga terdampak, mengerahkan perahu karet serta mendistribusikan bantuan logistik. Hingga Minggu (16/11) tinggi muka air masih fluktuatif berkisar 20 sampai 80 sentimeter.

Menurut BNPB, berdasarkan potensi cuaca ekstrem yang dikeluarkan oleh instansi terkait pada periode 16 hingga 18 November 2025, sebagian besar wilayah Indonesia berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang

Menyikapi potensi cuaca ekstrem tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui pemantauan kondisi lapangan, saluran drainase maupun tanggul berfungsi secara optimal, menyiagakan personel dan peralatan untuk percepatan penanganan darurat.

Masyarakat juga diharapkan tetap waspada, mempersiapkan tas siaga bencana, menghindari area rawan seperti bantaran sungai, pohon besar, dan lereng curam dengan kondisi tanah yang tidak stabil.

“Jika hujan lebat melanda lebih dari satu jam, masyarakat dapat melakukan evakuasi ke tempat yang lebih aman,” demikian imbauan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam keterangan tertulisnya. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com