Banjir Rendam 9 Desa di Kendal, Bapak dan Anak Tewas Terseret Arus

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Bencana banjir melanda Desa Cangkiran, Mijen dan Desa Bebengan, Kecamatan Boja, Kabupaten Kendal, Jawa Tengah. Ratusan rumah terendam dan dua warga yakni bapak dan anak terseret banjir.

Jenazah korban yang bernama Rudi Waluyo ditemukan sekitar tiga kilometer dari lokasi kejadian. Sedangkan sang anak masih dalam pencarian Tim Sar gabungan dan warga masyarakat.

Berita Lainnya

“Hingga kini kami terus melakukan pencarian dengan menyusuri saluran air itu sepanjang dua kilometer, petugas telah menemukan motor korban nomor polisi H 2723 AG di sekitar lokasi,” ujar Kepala Basarnas Semarang Nur Yahya dikutip dari Antara Jumat (20/11/2020).

Berdasarkan laporan BPBD Kendal, naiknya debit air menyebabkan terjadinya banjir dengan TMA 40-100 sentimeter di sembilan desa.
Adapun sembilan desa tersebut masing-masing adalah Desa Rejosari, Desa Ngampelwetan, Desa Ngampelkulon, Desa Sudipayung dan Desa Jatirejo di Kecamatan Ngampel. Kemudian Desa Tunggulsari, Desa Kertomulyo, Desa Sidorejo dan Desa Tosari di Kecamatan Brangsong.

Menurut laporan hingga Jumat (20/11), banjir yang melanda 5 desa di Kecamatan Ngampel sudah berangsur surut, sedangkan di wilayah Kecamatan Brangsong masih belum menunjukan adanya penuruan TMA.

“Kecamatan Ngampel, desa yang terdampak banjir sudah berangsur surut, sedangkan yang di Kecamatan Brangsong kondisi masih stabil belum ada penurunan yang signifikan,” sebut Tim Pusdalops BPBD Kabupaten Kendal melalui pesan tertulis, yang disebarluaskan Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati, Jumat (20/11/2020).

Atas bencana alam tersebut, dua pengendara motor dilaporkan menjadi korban akibat terseret arus banjir. Keduanya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa oleh tim gabungan dari BPBD Kabupaten Kendal, Basarnas Kendal, TNI dan Polri serta masyarakat.

Selain itu, banjir menyebabkan sedikitnya 5 unit rumah rusak ringan dan 4 lainnya terdampak. Sementara itu, kerugian materil, jumlah korban terdampak dan informasi mengenai pengungsian masih dalam proses pendataan. [rif]

Berita terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *