Internasional

Banjir Terburuk dalam Seabad Melanda India Selatan

Banjir yang melanda wilayah India selatan (Foto: AFP).

Kerala: Sekitar 800.000 orang mengungsi dan lebih dari 350 orang tewas dalam banjir terburuk dalam satu abad di negara bagian Kerala, India selatan. Tim penyelamat terus mencari warga yang telantar di sejumlah daerah yang terdampak paling parah.
 
Hujan lebat dimulai 8 Agustus telah memicu banjir dan tanah longsor. Menyebabkan rumah dan jembatan runtuh di Kerala, sebuah negara indah yang terkenal dengan daerah tropisnya yang tenang dan pantai indah.
 
"Ribuan penyelamat berupaya menjangkau para korban terdampar dan mendapatkan pasokan bantuan ke beberapa daerah terpencil dengan ratusan perahu dan hampir dua lusin helikopter," kata P.H. Kurian, pejabat tinggi manajemen bencana di Kerala, seperti dilansir dari CBS News, Senin 20 Agustus 2018.
 
Dia menambahkan kondisi cuaca mulai cerah dan diperkirakan hampir 10.000 orang masih terjebak untuk diselamatkan, Senin.
 
Diperkirakan 800.000 orang sudah berlindung di sekitar 4.000 kamp pengungsi di seluruh Kerala, ucap Kurian.
 
Menurut perkiraan cuaca memperkirakan lebih banyak hujan di seluruh negara bagian sampai Senin pagi. Di beberapa desa pinggiran Chengannur, salah satu daerah yang terkena dampak paling parah, bangkai ternak yang mati terlihat mengambang di perairan berlumpur ketika air mulai surut. Namun, sawah yang luas terus terendam dan banyak kendaraan terjebak.
 
Di beberapa desa, banjir mencapai perumahan. Tim penyelamat berperahu motor mencapai sebuah dusun di mana mereka berupaya sia-sia membujuk wanita berusia 80 tahun, Bhavani Yamma, untuk dibawa ke penampungan yang dikelola pemerintah dari rumah satu lantainya yang terendam sebagian.
 
Para pejabat memperkirakan bahwa lebih dari 10.000 kilometer ruas jalan telah rusak. Salah satu bandara utama negara, di kota Kochi, ditutup Selasa pekan lalu karena banjir. Dijadwalkan akan tetap ditutup sampai 26 Agustus.
 
Pemerintah India menyebutkan pangkalan udara angkatan laut di Kochi akan dibuka untuk penerbangan komersial mulai Senin pagi.
 
Perdana Menteri Narendra Modi memeriksa lansekap banjir dari sebuah helikopter pada Sabtu dan bertemu pejabat tinggi negara bagian itu, menjanjikan lebih dari USD70 juta bantuan. Sementara pemerintah pusat sudah mengirim beberapa unit militer ke Kerala, pejabat negara bagian memohon bantuan tambahan.
 
Para pejabat telah memperkirakan kerusakan badai awal pada hampir USD3 miliar. Setidaknya 250 orang tewas dalam banjir dalam waktu satu pekan lebih sedikit, dengan 31 lainnya hilang, menurut Kurian. Lebih dari 1.000 orang tewas dalam banjir di tujuh negara bagian India sejak awal musim hujan, termasuk lebih dari 350 korban di Kerala.
 
Di Kota Vatikan, pada Ahad, Paus Fransiskus memimpin momen mengheningkan cipta selama misa petang untuk mendoakan korban banjir Kerala.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close