INDOPOLITIKA – Provinsi Banten menempati peringkat ke-4 nasional dalam peta ekonomi kreatif, hanya berada di bawah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
“Peringkat ke-4 nasional ini menunjukkan bahwa Banten bukan lagi sekadar daerah penyangga, tetapi sudah menjadi pusat pertumbuhan ekonomi kreatif yang nyata. Ini capaian yang harus dijaga dan terus dikembangkan,” tegas Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar, H. Mujakkir Zuhri.
Ia menekankan, keberhasilan tersebut didorong oleh adaptasi dan inovasi para pelaku kreatif, khususnya generasi muda, dalam mengembangkan ide menjadi produk dan layanan yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Politisi Partai Golkar ini menjelaskan, subsektor yang berkembang pesat di Banten meliputi kuliner, fesyen, kriya, desain komunikasi visual, dan konten digital.
“Ini bukti bahwa ekonomi kreatif di Banten bukan sekadar hiburan atau hobi, tetapi sudah menjadi sektor yang memberikan dampak ekonomi nyata, seperti peningkatan pendapatan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan identitas budaya lokal,” ujarnya.
Di tingkat daerah, Kabupaten Tangerang disebut sebagai motor utama pertumbuhan ekonomi kreatif di Banten.
Menurut Mujakkir, posisi strategis Kabupaten Tangerang yang dekat dengan DKI Jakarta, didukung infrastruktur modern serta tingginya aktivitas industri dan jasa, menjadikannya lokasi ideal bagi pelaku ekonomi kreatif untuk tumbuh.
“Kabupaten Tangerang harus difokuskan sebagai lahan utama pengembangan ekonomi kreatif Banten. Pemerintah daerah wajib menyediakan kebijakan, fasilitas, dan ekosistem yang mendukung,” tegasnya.
Mujakkir juga menyoroti struktur pemerintah daerah yang saat ini masih mengelola ekonomi kreatif melalui Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Disporabudpar). Menurutnya, pengelolaan seperti ini belum optimal.
“Berbeda dengan pemerintah pusat yang sudah memiliki Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Badan Ekonomi Kreatif, sementara pariwisata dipisahkan menjadi kementerian tersendiri. Kabupaten Tangerang harus segera membentuk OPD khusus ekonomi kreatif agar pengelolaannya lebih fokus, profesional, dan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal,” jelasnya.
Ia menegaskan, dukungan pemerintah daerah harus bersifat konkret, antara lain melalui pembangunan ruang-ruang kreatif, akses pembiayaan, pelatihan peningkatan kapasitas, serta penguatan pemasaran digital bagi pelaku kreatif.
“Ekonomi kreatif bukan sekadar usaha mikro atau hobi, tetapi sektor strategis yang mampu menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan menguatkan identitas budaya daerah. Tanpa dukungan nyata dari pemerintah daerah, potensi ini akan sia-sia,” tegas Mujakkir.
Dengan harapan agar sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas kreatif, dan dunia pendidikan dapat terus ditingkatkan, sehingga posisi Banten dan Kabupaten Tangerang dalam peta ekonomi kreatif nasional kian menguat dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(Red)

Tinggalkan Balasan