Internasional

Bantuan UNRWA Dicabut AS, Indonesia Tetap Beri Dukungan

Komisaris Jenderal UNRWA, Pierre Krähenbühl bersama Dubes RI untuk Yordania Andy Rachmianto kunjungi sekolah untuk warga Palestina (Foto: Dok. KBRI Amman).

Amman: Keputusan Amerika Serikat (AS) mencabut bantuan untuk  United Nations Refugee Work and Relief Agency for Palestinian Refugees (UNRWA), membuat masa depan siswa Palestina tidak menentu.   

"Seluruh murid dan staf pengajar diharapkan untuk fokus dalam belajar dan mengajar, serta jangan terganggu oleh pemberitaan media mengenai krisis yang dihadapi UNRWA. Saya akan mencarikan alternatif pendanaan lain untuk memastikan program pendidikan UNRWA bagi para pengungsi Palestina tetap berjalan," ungkap Komisaris Jenderal UNRWA, Pierre Krähenbühl di Amman, Yordania.
 
Kepastian ini diucapkan oleh Krähenbühl di hadapan para murid SD, SMP dan SMA dan guru sekolah UNRWA yang terdapat di tempat pengungsian di kota Amman, Yordania, pada Minggu 2 September 2018.
 
Kedatangan Krähenbühl yang didampingi Dubes RI untuk Yordania Andy Rachmianto dan beberapa Dubes asing lainnya ke salah satu sekolah UNRWA yang tertua di Yordania. Sekolah itu karena telah dikelola sejak tahun 1955 dan untuk menandakan komitmen UNRWA untuk tetap membuka operasional sekolah sesuai tahun ajaran baru di Yordania.
 
"Tidak ada yang perlu dikhawatirkan untuk keberlangsungan operasional sekolah meskipun dalam kondisi sulit. Karena meningkatkan pendidikan anak-anak usia sekolah dari pengungsi Palestina adalah merupakan salah satu komitmen dasar dari lahirnya UNRWA," imbuh Krähenbühl, dalam keterangan tertulis KBRI Amman, yang diterima Medcom.id, Selasa 4 September 2018.
 
UNRWA merupakan badan PBB yang memiliki mandat untuk memastikan pemenuhan hak-hak dasar bagi pengungsi Palestina yang dibentuk 1 Mei 1950, yang memberikan layanan kesehatan, pendidikan, dan sosial kepada pengungsi Palestina di Tepi Barat, Jalur Gaza, Yordania, Suriah, dan Lebanon.
 
Saat ini UNRWA mengelola sebanyak 709 sekolah dengan 21.946 orang guru yang mengajar anak didik sebanyak 515.260 orang di lima wilayah operasional tersebut. Khusus di Yordania, UNRWA mengelola 171 sekolah, 3 vocational training center dengan 121.368 murid yang tersebar di 10 camp pengungsi.
 
Pembukaan tahun ajaran baru di sekolah UNRWA tahun ini memiliki makna yang mendalam, karena diselenggarakan di tengah krisis finansial yang sedang dihadapi UNRWA. Sejumlah donor utama UNRWA, utamanya Amerika Serikat (AS), memutuskan untuk menghentikan bantuan finansial bagi operasionalisasi UNRWA sehingga mengancam keberlangsungan program pendidikan bagi para pengungsi anak Palestina.
 
Kondisi finansial UNRWA saat ini masih mengalami defisit sebesar USD217 juta, sehingga mendesak UNRWA untuk mencari dukungan sumber dana baru, tidak saja berasal dari negara donor namun juga dari kalangan korporasi maupun perorangan.
 
Dubes Andy Rachmianto turut menyampaikan keprihatiannya langsung kepada Krähenbühl, dan menyatakan bahwa Indonesia akan turut mendukung penggalangan dana untuk membantu operasional UNRWA. Baik itu melalui dukungan domestik maupun mendesak negara-negara internasional untuk memberikan perhatian yang lebih kepada UNRWA. 
 
"Perjuangan bangsa Palestina dalam meraih kemerdekaan adalah merupakan agenda prioritas dalam politik luar negeri Indonesia, yang akan terus didorong melalui keanggotaan Indonesia sebagai salah satu Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK-PBB)," sebut Dubes Andy.
 
Selama tahun 2018, bantuan Indonesia untuk UNRWA, baik yang berasal dari pemerintah, sektor swasta, perguruan tinggi, maupun perorangan (philanthropist) telah mencapai nilai USD1,365 juta. Saat ini sedang dijajagi  rencana peluncuran (launching) kampanye #Dignity is priceless yang akan dilakukan oleh UNRWA bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dalam rangka menggalang dukungan dari publik Indonesia untuk membantu pengungsi Palestina.

"Diharapkan rasa solidaritas dan kedermawanan masyarakat Indonesia dapat membantu saudara-saudara kita di Palestina," tutup Dubes Andy.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close