Banyak Kekerasan Saat Penggusuran di Tamansari, Penghargaan HAM Kota Bandung Layak Dicabut

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Koalisi masyarakat yang mengatasnamakan Barisan Rakyat Untuk Hak Asasi Manusia Bandung (Bara Hamba) mendesak Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham) mencabut penghargaan Kota Peduli HAM yang diberikan kepada Kota Bandung.

Bara Hamba menilai predikat tersebut menjadi tidak layak usai kasus penggusuran yang terjadi di Tamansari, Bandung pada Kamis lalu (12/12/2019). Aparat ‘menggaruk’ sejumlah rumah di RW 11 Kelurahan Tamansari demi lanjutan proyek rumah deret di daerah tersebut.

Baca Juga:

Seperti diketahui, pada peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) yang ke-71, Selasa (11/12), Kemenkumham memberikan penghargaan Kota Peduli Hak Asasi Manusia kepada Kota Bandung.

“Bara Hamba menyatakan penggusuran ini sebagai bentuk kesewenang-wenangan penguasa. Surat pemberitahuan terkait penggusuran dari Pemkot Bandung diterbitkan pada 9 Desember namun baru disampaikan pada 11 Desember 2019 petang,” kata Juru Bicara Bara Hamba, Willy Hanafi dalam keterangannya dikutip dari CNN, Sabtu (14/12/2019).

Selanjutnya, Willy mengatakan, Pemkot Bandung melakukan pengerahan kekuatan yang berlebihan dalam proses penggusuran. Aparat negara yang seharusnya melindungi warga, kata Willy, malah bereaksi berlebihan hingga melepaskan lima tembakan gas air mata demi mengusir massa yang bersolidaritas pada warga gusuran.

Dia juga menyebutkan, penggusuran ini mengakibatkan hilangnya tempat tinggal 33 kepala keluarga. Di antara korban tersebut, kata dia, adalah anak-anak dan lanjut usia. Saat ini warga terpaksa mengungsi dengan kondisi yang serba terbatas di Masjid Al-Islam, satu-satunya bangunan yang tersisa di wilayah RW 11 Tamansari.

“Bantuan justru mengalir dari berbagai kalangan masyarakat Kota Bandung. Kerugian akibat penggusuran ini tidak hanya berupa hilangnya tempat tinggal warga beserta harta bendanya, namun juga telah menyebabkan timbulnya korban luka dari pihak warga,” tegasnya.

Willy menambahkan, pihaknya juga mendesak negara untuk menindak tegas tindak kekerasan yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung, kepolisian dan anggota TNI terhadap warga Tamansari pada pelaksanaan eksekusi pengosongan lahan.

Bara Hamba merupakan aliansi organisasi masyarakat sipil yang terdiri dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandung, Walhi Jabar, Konfederasi Pergerakan Rakyat Indonesia (KPRI), Perkumpulan Inisiatif, Aliansi Jurnalis Independen Kota Bandung, Kalyana Mandira, Agrarian Resources Center (ARC) dan PBHI Jawa Barat. [rif]

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *