Banyak Tenaga Medis Tumbang, IDI Minta Kepastian Ketersediaan APD

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Jumlah tenaga kesehatan Indonesia yang terdampak virus corona semakin bertambah setiap harinya. Bahkan, sebagian telah meninggal dunia. Oleh karena, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan berbagai organisasi profesi kedokteran dan tenaga medis meminta pemerintah menjamin alat perlindungan diri (APD) untuk tenaga medis dalam merawat pasien covid-19.

Ketua Umum Persatuan Besar IDI, dr Daeng Faqih menegaskan, penularan Covid-19 pada tenaga kesehatan, lambat laun juga akan berdampak pada terhentinya penanganan. Utamanya, ditakutkan untuk kemudian bisa menularkan pada pasien lainnya.

Bacaan Lainnya

“Maka kami meminta terjaminnya APD yang sesuai untuk setiap tenaga kesehatan,”ujar dia.

Daeng menegaskan edaran terbaru yang dikeluarkan IDI dan sudah tersebar di grup WhatsApp poinnya bukan pada mogoknya tapi imbauan tegas agar dokter jangan melayani pasien jika tidak ada alat pelindung diri (APD).

Penegasan pentingnya APD tersebut untuk menjaga keselamatan dokter agar tidak tertular Covid-19 yang saat ini kasus pasien positifnya telah melebihi 1.000 orang di Indonesia.

“Hanya penegasan imbauan kepada petugas kesehatan, kalau tidak pakai APD akan berisiko tertular dan tidak akan bisa lagi menolong dan merawat pasien,” ucap Daeng.

Penggunaan APD saat ini wajib digunakan oleh dokter karena adanya kemungkinan pasien yang dilayani terjangkit virus corona.

“Dalam kondisi wabah saat ini kemungkinan setiap pasien yang kami periksa adalah orang dalam pemantauan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP) atau pasien Covid-19,” kata Daeng.

IDI pun meminta pemerintah untuk memastikan ketersediaan APD agar semua dokter dapat melayani masyarakat dan menjamin kesehatan dokter maupun tenaga kesehatan lainnya.

“Kami meminta terjaminnya APD yang sesuai untuk setiap tenaga kesehatan. Bila hal ini tidak terpenuhi maka kami meminta kepada anggota profesi kami untuk sementara tidak ikut melakukan perawatan penanganan pasien Covid-19 demi melindungi dan menjaga keselamatan sejawat,” tegas Daeng.

“Khawatir lama-lama petugas kesehatan habis karena jadi sakit tertular, terus yang mau merawat pasien siapa?” kata Daeng.

Sebelumnya, PB IDI juga telah mengumumkan bahwa ada enam dokternya yang meninggal karena terinfeksi Covid-19. Diantaranya adalah dr Hadio Ali, SpS,. dr, Joko Judodjoko Sp.B,. dr. Laurentius P. Sp.Kj,. dr. Adi Mirsaputra SpTHT,. dr. Ucok Martin SpP, dan Prof. Dr. dr. Bambang Sutrisna, MSHC. [rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *