INDOPOLITIKA – Pelatih Barcelona, Hansi Flick mengakui bahwa lini tengah Barca memberikan tekanan yang buruk sehingga menyebabkan hasil imbang 3-3 saat melawan Club Brugge di putaran keempat babak penyisihan grup Liga Champions, Kamis (6/11/2025).

“Pertandingan ini tidak mudah,” ujar pelatih Flick mengenai pertandingan di Stadion Jan Breydel pada malam 5 November.

“Kami menciptakan banyak peluang, tetapi mereka bertahan dan menyerang dengan baik. Kami kurang menekan, kehilangan banyak peluang, terutama di area lini tengah. Tidak mudah bagi lini pertahanan untuk bertahan dalam situasi seperti ini. Kami harus berkonsentrasi dan menganalisis segalanya,” tambah Pelatih Barcelona, Hansi Flick.

Dalam pertandingan ini, Barcelona berulang kali terjebak dalam jebakan serangan balik Club Brugge. Pada menit ke-6, Carlos Forbs melepaskan umpan silang yang kemudian diteruskan Nicolo Tresoldi untuk membuka skor bagi tim Belgia.

Tak hanya menciptakan assist, striker bernomor punggung 9 Club Brugge ini juga terus-menerus merepotkan pertahanan Barca dengan pergerakan dan tembakannya. Pada menit ke-17 dan ke-63, Carlos Forbs mencetak dua gol setelah dua kali lolos dan berhadapan dengan kiper Wojciech Szczesny.

Meskipun pertahanan mereka lemah, Barca tetap menyerang dengan cukup baik untuk lolos dari kekalahan. Ferran Torres segera menyamakan kedudukan 1-1 melalui tembakan satu lawan satu yang sukses di menit ke-8.

Lamine Yamal melakukan sisanya untuk rekan-rekannya. Striker berusia 18 tahun itu menggiring bola melewati empat pemain untuk menyamakan kedudukan 2-2 di menit ke-61, sebelum melepaskan umpan silang ke gawang Christos Tzolis sendiri di menit ke-77.

Menurut Flick, lawan di Liga Champions mengubah posisi mereka dengan sangat cepat. Oleh karena itu, lini tengah perlu lebih defensif dan agresif, terutama saat menekan tanpa bola.

“Kami perlu bermain di posisi yang tepat dan menekan lawan. Kami bermain baik pada pertandingan hari Minggu, tetapi hari ini kami hanya memiliki beberapa peluang,” ujar Flick.

Pelatih asal Jerman itu juga senang Yamal kembali ke performa terbaiknya. Namun, ia lebih menghargai kekuatan kolektif, karena tim tidak bisa bergantung pada satu individu.

Ia juga menekankan bahwa Yamal perlu belajar mengendalikan situasi, fokus pada latihan, dan mengembangkan gaya bermainnya.

Mengenai performa Barca yang kurang konsisten belakangan ini, pelatih Flick tidak terlalu khawatir. Ia berharap tim akan lebih stabil setelah para pemain yang cedera kembali bermain.

“Ini bukan waktu terbaik bagi Barca. Setelah jeda internasional, dengan kembalinya Raphinha, Joan Garcia, Robert Lewandowski, dan Dani Olmo, kami bisa bermain di level yang berbeda,” ujar Flick. (Red)

Cek berita dan artikel menarik lainnya di Google News Indopolitika.com