Bawaslu Tegaskan E-Rekap Belum Bisa Digunakan pada Pilkada Serentak 2020

  • Whatsapp
Komisioner Bawaslu, Rahmat Bagja

INDOPOLITIKA.COM – Komisioner Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengatakan, sistem penghitungan suara secara elektronik pada Pilkada serentak tahun depan belum bisa digunakan. UU pemilu yang berlaku saat ini belum mengakomodasi kemungkinan penggunaan E-rekap.

Hal itu disampaikan Anggota Bawaslu Rahmat Bagja usai mengikuti acara bedah buku yang diselenggarakan Perludem di Cikini Selasa sore (3/12/2019). Dia mengatakan, KPU harus melihat kembali UU pemilu. Dalam UU itu, rekapitulasi secara elektronik belum diatur.

Muat Lebih

“Harus dilihat UU nya. Karena dalam UU masih ada manual berjenjang. Kita tentukan dulu, masalah atau tidak. Kami tentu kalau melihat dari situ, maka manual berjenjang harus tetap dilaksanakan,” katanya.

Dia mengatakan, pada prinsipnya, Bawaslu setuju dengan sistem penghitungan suara secara elektronik. Karena itu, mereka mendorong model rekap elektronik itu diujicoba terlebih dahulu di satu atau dua daerah yang dianggap sudah siap.

“Tapi mengenai e-rekapnya, apakah sebagai daerah percontohan atau sebagai pilot project tapi tidak boleh diwajibkan. Jadi bahasanya dapat, silahkan,” katanya.

Dengan adanya ujicoba di daerah yang sudah siap, penyelenggara Pemilu memiliki gambaran untuk penggunaan teknologi itu saat pemilihan presiden tahun 2024.

“Satu atau dua daerah sebagai piloting silahkan sehingga ada gambaran sebelum digunakan pada tahun 2024,” katanya.[rif]

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *