Daerah

Bedah Rumah ’10 Rumah 1 Desa’ Jadi Salah Satu Program Unggulan Padil Karsoma di Purwakarta

Selain itu, masih banyak program unggulan lainnya, termasuk menciptakan lapangan kerja serta mengembalikan jam masuk sekolah pukul 07.00 dan jam pulang pukul 12.00

Purwakarta — Padil Karsoma memberikan bantuan berupa bedah rumah secara gratis kepada Syarif Hidayat (38) di Kampung Sawah Kulon RT 01/01 Desa Sawah Kulon, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Purwakarta, Senin (26/2/2018). Syarif Hidayat merupakan warga miskin yang tinggal bersama ketiga saudaranya dan menempati rumah yang sudah tidak layak huni.

“Selain kesibukan melakukan sosialisasi dan kegiatan berkampanye, salah satunya ini, saya membantu saudara kita yang kurang mampu, dengan memberikan bantuan untuk membangun rumah layak huni,” ujar Padil Karsoma di sela-sela kunjungannnya.

Menurut calon bupati Purwakarta nomor urut satu ini, kegiatan bedah rumah merupakan program unggulan yang akan dicanangkan minimal 10 rumah untuk satu desa dalam satu tahun. Selain itu, masih banyak program unggulan lainnya, termasuk menciptakan lapangan kerja serta mengembalikan jam masuk sekolah pukul 07.00 dan jam pulang pukul 12.00.

Saat disinggung kenapa pihaknya memberikan bantuan bedah rumah, padahal pemerintah daerah juga mempunyai program bantuan bedah rumah, sambil tersenyum mantan Sekretaris Daerah (Sekda) tersebut, mengatakan tidak semua masyarakat yang kurang mampu, dan kondisi rumahnya belum layak bisa mendapatkan bantuan dari pemerintah.

“Kinerja pemerintah ada yang baik dan ada juga yang kurang baik. Tidak bisa semua tercover oleh pemerintah. Yang jelas saya berusaha memberi bantuan bagi saudara-saudara kita yang rumahnya belum layak huni,” paparnya.

Meski belum menjadi seorang Kepala Daerah (Bupati Purwakarta), Padil mengaku ikhlas memberikan bantuan.

“Kalau mau membantu dan mewujudkan Purwakarta lebih baik,” pungkas Padil Karsoma.

Ketua RT 01/01 Kampung Sawah Kulon Desa Sawah Kulon Kecamatan Pasawahann Ahmad Rifa’i saat dimintai keterangan menjelaskan, sebelumnya telah beberapa kali melaporkan kepada aparat desa setempat untuk mengajukan porogram Rutilahu. Akan tetapi sampai sekarang belum juga ada terealisasi. Sehingga memutuskan menghubungi salah satu kader tim relawan pemenangan Padil Karsoma agar melihat langsung ke lokasi rumah tidak layak huni dan mengkhawatirkan sekaligus menghadirkan Padil Karsoma Calon Bupati Purwakarta guna melihat langsung.

“Alhamdulillah mendapat respon yang positif dan segera dilakukan pembedahan dan perbaikan“ ujar Ahmad.

Sementara, Syarif Hidayat yang berprofesi sebagai tukang potong rambut keliling berpenghasilan Rp20.000 sampai Rp50.000 per hari. Itu juga kalau ada rezekinya. Sedangkan ketiga saudaranya, Dodi, Euis, dan Tatang, sehari-hari bekerja serabutan. Kadang ada kadang juga tidak ada yang menyuruh.

Dikatakan Syarif, untuk kebutuhan makan sehari-hari saja serba kekurangan, ditambah lagi biaya sekolah anaknya. “Pokoknya kekurangan,” imbuhnya.

Syarif dan ketiga saudaranya yang akan menerima bantuan bedah rumah mengaku senang dan tidak perlu waswas lagi saat hujan. “Ya senang kalau nanti hujan angin datang saya tidak khawatir rumah akan ambruk dan bocor,” ucapnya. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Close