Begini Modus Hacker Indonesia Bobol Bansos Amerika Serikat 60 Juta Dolar

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Federal Bureau of Investigation (FBI) bakal terjun langsung untuk selidiki kasus pembobolan dana bantuan sosial (bansos) COVID-19 Amerika Serikat senilai USD60 juta.

Dirreskrimsus Polda Jatim Kombes Farman mengatakan dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka adalah Shofiansyah Fahrur Rozi dan Michael Zeboth Melki Sedek Boas Purnomo. Keduanya juga memanfaatkan website palsu tersebut untuk mencuri data warga Amerika.

Berita Lainnya

Jumlah website palsu yang dibuat tersangka sebanyak 14 unit. Lalu disebar melalui pesan pendek (SMS). Pesan pendek ini disebar menggunakan software atau SMS blast. Setelah terkirim ke penerima, ada yang tertipu dan ada yang tidak.

Korban yang tertipu membuka link website dan mengisi data diri. Para tersangka, menyebarkan domain palsu tersebut ke 27 juta nomor telepon warga Amerika Serikat. Praktik ini dilakukan kedua tersangka sejak Mei 2020 sampai Maret 2021.

“Hasil keuntungan dari aksi ini digunakan tersangka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pelaku. Namun, ada juga yang digunakan untuk liburan dan ke tempat hiburan,” ujar Farman.

Dalam pengungkapan kasus ini, Polda Jatim bekerja sama dengan FBI dan Hubinter Mabes Polri. Dalam kasus ini, polisi mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dari laptop, handphone hingga beberapa kartu ATM milik pelaku.

Tersangka dijerat Pasal 35 Jo Pasal 51 ayat (1) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP dan Pasal 32 ayat (2) Jo Pasal 48 ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik Jo Pasal 55 ayat (1) KUHP.(net)

Berita Terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *