Bejat! Oknum Pengajar Sodomi 6 Santri di Sungai Kakap, Pelaku Paksa Korban Lakukan Oral

Terduga pelaku pencabulan santri di Sungai Kakap Jambi/net

INDOPOLITIKA.COM – Kelakuan oknum tenaga pengajar satu ini sungguh sangat bejat. Dia begitu tega merusak masa depan anak-anak santri yang tengah menuntut ilmu.

Tenaga pengajar yang masih berusia 18 tahun berinisial AZ itu memaksa para korban untuk melakukan oral seks. Bahkan pelaku juga melakukan pencabulan dengan cara sodomi terhadap para korban santri di Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Perbuatan pelaku AZ yang merupakan warga dari Tanjung Lebar, Kecamatan Bahar Selatan, Muaro Jambi, Provinsi Jambi itu terungkap dari pengakuan salah satu korban yang kepada orang tuanya.

Kapolres Kubu Raya, AKBP Arief Hidayat, mengatakan pencabulan tersebut dilakukan AZ sejak November 2022. Enam santri ini disodomi, hingga dipaksa untuk melakukan oral. Pelaku melancarkan aksinya di kamar santri pada malam dan siang hari.

“Pencabulan ini dilakukan sejak November 2022, sekira pukul 20.00 WIB di kamar yang ada di lembaga pendidikan itu, sampai dengan 2 Januari 2023 sekira pukul 12.00 WIB,” jelas Arief, Jumat, (20/1/2023).

Pencabulan tersebut terungkap, kata Arief, bermula ketika orang tua korban menjemput korban untuk pulang ke rumah karena ada acara keluarga. Korban mendapatkan izin selama satu hari.

“Pelapor menjemput anaknya yang berusia 14 tahun dari tempat pendidikan tersebut, pada Jumat, 6 Januari 2023 sekitar pukul 09.00 WIB,” kata Arief.

Kemudian pada Sabtu, 7 Januari 2023 orang tua korban mengantar korban untuk kembali ke lembaga pendidikan tersebut, namun kedua anaknya menolak untuk diantarkan kembali.

“Pelapor bertanya kepada kedua anaknya tersebut kenapa tidak mau kembali. Korban mengatakan bahwa mereka sering dianiaya dan mendapatkan kekerasan fisik oleh guru mereka karena melakukan kesalahan,” ucap Arief.

Tak puas dengan jawaban anaknya, pelapor kemudian menelusuri lagi alasan anak-anaknya tidak mau kembali ke tinggal di tempat belajar tersebut.

Setelah ditelusuri, korban akhirnya mengaku bahwa mereka dan beberapa temannya mengalami pelecehan seksual atau perbuatan cabul, dengan cara menghisap kemaluan pelaku.

“Perbuatan tersebut terjadi berkali-kali dari bulan November 2022 sampai Januari 2023 di dalam lingkungan pendidikan itu. Kemudian anak pelapor mengatakan bahwa dirinya dan beberapa temannya ada disodomi. Akibat kejadian tersebut anak-anak ini merasa ketakutan dan trauma,” paparnya. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *