Bekraf ‘Rujuk’ dengan Kementerian Pariwisata. Langkah Mundur Bagi Industri Kreatif

  • Whatsapp
Ernest Prakasa

INDOPOLITIKA.COM – Setelah sebelumnya dipisahkan, kini Badan Ekonomi Kreatif  (Bekraf) kembali disatukan dengan Kementerian Pariwisata. Mantan Kepala Bekraf Triawan menilai tanggung jawab Wishnutama akan lebih berat.

“Sekarang disatukan kembali, memang agak sedikit lebih luas tanggung jawabnya. Tapi mudah-mudahan menteri yang baru akan bisa menangani ini semua. Saya dukung saja karena ada alasan-alasan tertentu,” ujarnya.

Baca Juga:

Menurutnya, Wishnutama perlu menyiapkan sejumlah strategi dalam menjalankan tugas-tugas mendatang. Triawan mengaku siap memberikan masukan apabila dibutuhkan.

Triawan mengingatkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif telah dipisah pada pemerintahan Jokowi lima tahun lalu. Kala itu, Jokowi memutuskan untuk membentuk Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) dan mempercayakannya kepada dirinya.

Pemisahan tersebut, kata Triawan, disambut baik para pelaku ekonomi kreatif karena penanganan bidang itu bisa lebih terfokus. Karenanya kini ia berharap agar program dan kebijakan Bekraf yang sudah berjalan tidak dihentikan.

Sikap kritis dikemukakan Komika Ernest Prakasa, menurut dia, keputusan Presiden Jokowi untuk menggabungkan Bekraf dengan Kementerian Pariwisata akan mematikan industri kreatif tanah air yang sedang menggeliat.

“Para pelaku industri kreatif rame-rame dukung Jokowi. Hadiahnya Badan Ekonomi Kreatif lenyap. Terima kasih banyak Pak @jokowi buat plot twistnya,” cuit Ernest di akun Twitternya, Rabu, 23 Oktober 2019.

Ia beralasan, selama ini, saat masih sendiri berbentuk badan, beberapa program Bekraf sudah berjalan baik. Dengan bergabung dengan pariwisata, industri kreatif bakal mengalami masa suram lagi.

“Pariwisata doang aja beratnya minta ampun. Lalu digabung sama Ekraf yang punya 16 subsektor dan menyumbang 6 persen PDB Indonesia,” kata Ernest. Ia menuturkan, dengan menggabungkan dua hal besar, susah membuatnya optimistis presiden serius mengembangkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif.

Ia mengakui, Wishnutama memiliki track record sebagai orang yang berani bikin terobosan. “Tapi kementeriannya harus mengurus dua hal besar sekaligus, pasti bakal berat banget,” ujar Ernest. (Rif)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *