Beli Senjata Api di Toko Online, Duo Driver Taksi Ini Ngaku Buat Jaga-jaga

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM –  Dua driver taksi onlie, Wahyu Mulyana (31) dan Asep Jaya Hidayat (29) kini sudah mendekam di penjara usai keduanya ditangkap petugas Reskrim Polres Tangerang Selatan (Tangsel).

Dari tangan tersangka Asep, polisi mengamankan senpi rakitan berikut 4 peluru tajam kaliber 38, dua pucuk airsoft gun, dan satu pen gun berikut 21 peluru tajam cal 22. Tidak hanya itu, polisi juga mengamankan ratusan butir peluru ram set cal 22 merk Superfix, dan sarung tangan senpi. Sementara dari rumah Wahyu, polisi menyita satu pucuk senpi jenis revolver, satu pucuk airsoft gun, dan satu pucuk pen gun, berikut puluhan pelor tajam masing-masing senpi.

Bacaan Lainnya

Dihadapan awak media, kedua tersangka ini mengaku mendapatkan senjata api tersebut dari salah salah satu toko online. “Saya hanya pemakai, bukan bandar. Senpi saya beli secara online di Tokopedia, sejak 2018 lalu. Untuk koleksi,” kata Wahyu saat gelar perkara di Polres Tangsel, Senin (9/12/2019).

Tersangka lainnya Asep mengatakan dirinya juga pemakai dan membeli senpi hanya untuk menjaga diri. Dirinya pun mengaku tidak pernah menembak orang. Senpi hanya terkadang saja dibawa saat ngojek. Selebihnya disimpan di rumah.

“Tidak pernah. Hanya untuk jaga-jaga saja. Terkadang saya bawa, tapi lebih banyak saya simpan di rumah. Untuk koleksi di rumah, gagah-gagahan saja,” kata Asep.

Dalami Dugaan Perampokan

Selain dijerat dengan kepemilikan senjata api dan narkoba, Polres Tangsel juga akan mendalami kemungkinan keduanya terlibat perampokan dan pencurian bermotor. “Untuk perampokan masih kita kembangkan. Senjatanya dibeli sudah dalam bentuk rakitan, ada yang harga Rp2 juta untuk jenis airsoft gun dan Rp4 juta untuk senpi rakitan berikut pelurunya,” tandasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku dijerat pasal berlapis 114 ayat 1 sub Pasal 112 ayat 1 dan Pasal 111 ayat 1 UU RI No35 tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman pidana maksimalnya 12 tahun penjara.

Sedangkan untuk senpinya, kedua pelaku dijerat Pasal 1 ayat 1 UU Darurat No 12 tahun 1952 tentang Kepemilikan Senjata Api, Amunisi, atau Bahan Peledak dengan ancaman pidana paling lama 20 tahun penjara.[asa]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *