Belum Kelar Lonjakan Corona, India Dihantui Virus Nipah yang Tewaskan 1 Anak dan 2 Nakes Terinfeksi

  • Whatsapp

INDOPOLITIKA.COM – Kasus Covid-19 negara bagian Kerala India masih mencatat kenaikan lebih dari 25 ribu kasus meskipun gelombang Corona telah mereda di tempat lain. Selain Corona, Kerala juga kembali dilanda wabah virus Nipah yang menginfeksi seorang anak berusia 12 tahun.

Anak yang terinfeksi virus Nipah dilaporkan meninggal dunia di Chathamangalam di distrik Kozhikode pada Minggu (5/9/2021). Otoritas Kesehatan di India pun langsung menggencarkan pelacakan kontak terhadap anak itu.

Berita Lainnya

Menurut Menteri Kesehatan Kerala, Veena George, sejauh ini 158 orang yang melakukan kontak dengan korban telah diidentifikasi, demikian diberitakan di ANTARA.

“Dua pekerja medis yang melakukan kontak dengan anak laki-laki berusia 12 tahun itu mengalami gejala terinfeksi virus. Salah seorang di antaranya merupakan pekerja staf di Kozhikode Medical College Hospital dan satu lagi anggota staf di rumah sakit swasta di Kozhikode, tempat korban menjalani perawatan,” kata George kepada media.

“Teridentifikasi 158 orang yang melakukan kontak dengan anak tersebut, dan 20 dari mereka masuk dalam daftar kontak utama (kategori sangat berisiko). Ke-20 orang ini akan dirawat di rumah sakit Medical Collage,” ucapnya.

Departemen Kesehatan telah memperingatkan distrik Kozhikode, Kannur dan Malappuram, selain juga mendirikan ruang kontrol infeksi virus nipah di Kozhikode.

Pejabat mengatakan satu bangsal di fakultas kedokteran itu dijadikan bangsal khusus Nipah. Pasien yang positif akan ditempatkan di satu lantai, sementara pasien bergejala akan dirawat di lantai lain bangsal itu.

George mengatakan kepada media bahwa daerah tempat tinggal korban dinyatakan sebagai zona pembatasan. Berbagai laporan media menyebutkan daerah itu telah ditutup dan fasilitas lain di sekitarnya juga dikunci.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), inang alami dari virus nipah adalah kelelawar pemakan buah dari keluarga Pteropodidae, genus Pteropus. Infeksi virus ini adalah jenis baru yang bisa tertular dari hewan ke manusia (zoonosis) dan menimbulkan penyakit parah pada manusia.

Pada umumnya, infeksi pada manusia muncul sebagai sindrom peradangan jaringan otak atau ensefalitis. Gejalanya berupa demam, sakit kepala, rasa mengantuk, disorientasi, kebingungan mental hingga koma, yang bisa berujung pada kematian.

Sampel dari pasien remaja di India telah dikirim ke Institut Virologi Nasional di Pune, Minggu pagi, dan hasil tesnya menunjukkan bahwa ia memang positif terinfeksi virus Nipah.

Daerah Kerala, India, sebelumnya mengalami wabah virus ini pada 2018 di distrik Kozhikode dan Malappuram yang menelan 17 korban jiwa. Virus Nipah kembali muncul pada 2019 di distrik Ernakulam di negara bagian tersebut.

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), infeksi virus Nipah adalah zoonosis baru penyebab penyakit parah pada manusia dan hewan. Inang alami dari virus ini adalah kelelawar pemakan buah dari keluarga Pteropodidae, genus Pteropus.

Pada umumnya infeksi pada manusia muncul sebagai sindrom ensafilitis yang ditandai dengan demam, sakit kepala, perasaan mengantuk, disorientasi, kebingungan mental dan koma, yang dapat berujung pada kematian. [rif]

Berita terkait


INDOPOLITIKA TV

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *