Pilkada

BEM SI Sumut Minta Pelaksanaan Pilgub Sumut Berjalan Maksimal dan Penuh Kejujuran

Proses pilkada yang menghabiskan banyak anggaran ini harus berjalan maksimal, dengan penuh kejujuran agar pemimpin yang dilahirkan adalah pemimpin-pemimpin yang jujur

Menjelang pelaksanaan Pemilihan Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia Daerah Sumatera Utara (BEM SI SUMUT) memberikan pernyataan 5 pernyataan sikap.

“Pilkada serentak merupakan sebuah ajang untuk mencari negarawan-negarawan di daerah dalam rangka melanjutkan estafet kepemimpinan di daerah masing-masing. Tak terkecuali Sumatera Utara, kepemimpinan Gubernur sebelumnya akan segera berakhir dan Masyarakat Sumatera Utara akan memilih siapa Pemimpin yang akan memimpin Sumatera Utara 5 tahun kedepan. Untuk itu, proses pilkada yang menghabiskan banyak anggaran ini harus berjalan maksimal, dengan penuh kejujuran agar pemimpin yang dilahirkan adalah pemimpin-pemimpin yang jujur pula,” demikian pengantar pernyataan yang ditandatangani oleh Wira Putra Presiden Mahasiswa USU, Amirul Hazmi Presiden Mahasiswa UNIMED, Raja Parulian Presiden Mahasiswa POLMED, Fajar amf Asmin Presiden Mahasiswa Pancabudi, dan Muhammad Ikhsan Presiden Mahasiswa Polimedia, Minggu (10/10/2018).

Berikut 5 Pernyataan sikap BEM SI Sumut:
1. BEM SI SUMUT mengajak dan menghimbau kepada seluruh mahasiswa untuk mengawal pilkada SUMUT dari segala perilaku kecurangan seperti Money Politik pada Pilkada Sumut.
2. BEM SI SUMUT menghimbau kepada seluruh Mahasiswa se-Sumut untuk menggunakan hal pilihnya dan mengajak seluruh Masyarakat Sumatera Utara untuk tidak Golput.
3. Meminta Penyelenggara yaitu KPU dan Bawaslu untuk berkerja secara maksimal dan bersikap Netral dalam menyelenggarakan Pilkada Sumut.
4. Menghimbau kepada TNI dan POLRI untuk bersikap Netral dan tidak berpihak kepada calon manapun dalam menangani semua permasalahan dalam Pilkada Sumut.
5. Pilkada Sumut harus menjadi pilkada yang bersih, jujur tanpa kecurangan, dan berintegritas serta mengedepankan gagasan dan program bukan dengan isu yang dapat memecah kerukunan seperti isu Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan. (ind)

Tags

Artikel Terkait

Close
Close