Internasional

Bendungan Roboh di Laos, Singapura Tawarkan Bantuan

Ratusan warga kehilangan tempat tinggal akibat bendungan roboh. (Foto: AFP)

Singapura: Singapura menawarkan bantuan dan pasokan bahan makanan segera untuk membantu upaya penanggulangan banjir akibat bendungan yang roboh di Laos.

"Pemerintah Singapura sedih mengetahui banyaknya warga terdampak dan rumah yang hancur akibat robohnya bendungan," sebut pernyataan resmi dari Kementerian Luar Negeri Singapura, dikutip dari Channel News Asia, Rabu 25 Juli 2018.

Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong juga menyampaikan belasungkawa akibat bencana ini.

"Kami belum tahu seperti apa kerusakannya, tapi ratusan orang hilang dan juga yang lainnya kehilangan tempat tinggal, simpati terdalam kami untuk Laos," ujar PM Lee.

"Singapura siap membantu Laos dalam berbagai bentuk bantuan dan dengan cara apapun yang kami bisa," lanjut dia.

Tak hanya itu, Menteri Luar Negeri Laos Vivian Balakrishnan juga menyatakan dirinya telah menghubungi Menteri Luar Negeri Laos Saleumxay Kommasith untuk menawarkan bantuan.

Ratusan orang dilaporkan hilang saat sebuah bendungan yang menjadi sumber pembangkit listrik tenaga air di di Distrik Sanamxay di Provinsi Attapeu tenggara, roboh.

Diperkirakan air yang keluar dari bendungan itu mencapai lima miliar kubik meter atau bisa memenuhi sekitar lebih dari dua juta kolam renang ukuran olimpiade. Banjir bandang pun langsung menerjang wilayah jalur sungai dari bendungan tersebut.

Bendungan senilai USD1,2 miliar adalah bagian dari proyek oleh Xe Pian Xe Namnoy Power Company (PNPC) di Vientiane. Ini adalah perusahaan patungan yang dibentuk pada 2012.

Di antara perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam proyek ini adalah Electronic Generating Holding dari Thailand, Korea Western Power dari Korea Selatan dan Lao Holding State Enterprise yang merupakan perusahaan negara.

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close