Bengis! Pelajar di Kaltim Habisi Nyawa Tetangganya 5 Orang Sekeluarga, Begini Kronologisnya! 

Polisi saat melakukan konferensi pers terkait pengungkapan kasus pembunuhan satu keluarga di PPU, Kaltim. Foto: dok.istimewa

INDOPOLITIKA.COM – Perbuatan remaja yang masih berstatus pelajar salah satu SMK di Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur ini sungguh bengis. Iya bengis, kejam.  

Pelajar ini, J (15) tega membunuh tetangganya sendiri, satu keluarga yang terdiri dari lima orang. Kelima korban yakni yakni ayah pasangan suami-istri bernama Waluyo (34) dan Sri Winarsih (33). 

Tiga korban lainya anaknya bernama Risna (14), Vivi (10) dan Zhafi Aidil (2,5). Tak hanya membunuh, J juga memperkosa jasad anak pertama pasang suami istri (pasutri) itu.

“Ya (tewas dibunuh) satu keluarga, bapak, ibu sama 3 anaknya, memang tewas dibacok,” ujar Camat Babulu Kansip sebelumnya.  

Pembunuhan sadis itu terjadi di rumah korban di Jalan Sekunder 8, Desa Babulu Lalut, Kecamatan Babulu pada Selasa (6/2/2024) sekitar pukul 02.00 Wita.  

Dari pengakuan tersangka di hadapan penyidik, aksi pembunuhan sadis ini dilakukan dalam kondisi mabuk minuman keras.

“(Pelaku mabuk) iya betul. Jadi sebelum kejadian ini dia minum-minuman keras bersama temannya, kemudian pulang setengah 12 diantar sama temannya, begitu sampai di rumah muncullah niat itu (membunuh),” ujar Kapolres PPU AKBP Supriyanto mengutip detikcom, Rabu (7/2/2024).

Supriyanto mengatakan pelaku kemudian mengambil sebilah parang di rumahnya lalu ke rumah korban. Saat tiba, pelaku langsung mematikan aliran listrik di rumah korban.

“Jadi pada saat itu ayahnya (korban Waluyo) belum pulang. Jadi pada saat posisi ayahnya datang sudah sampai rumah, itu belum (beraksi) aktivitas apa-apa,” terangnya. 

Saat Waluyo masuk ke rumahnya, pelaku langsung menyerangnya menggunakan parang. Selanjutnya pelaku menyerang istri korban dan anaknya yang terbangun karena mendengar keributan.

“Jadi setelah sampai ayahnya langsung ditimpas, dihabisi dekat pintu. Ibunya bangun kemudian ibunya (Sri Winarsih) ditimpas juga. Kemudian anaknya bangun ditimpas lagi. Kemudian anak yang pertama (Ratna) di kamar sebelah, terakhir untuk memastikan bapaknya ditimpas lagi,” jelasnya.

Usai melakukan pembacokan, pelaku kemudian mendatangi jasad korban Ratna. Pelaku lalu memperkosa jasad Ratna.

“Kalau dari pengakuan pelaku, korban (anak pertama) sudah meninggal baru diperkosa. Jadi posisinya korban ditemukan dalam kondisi setengah telanjang, hanya mengenakan baju,” bebernya. 

“Jadi selesai pembunuhan dia mengambil HP dan uang korban sebesar Rp 363 ribu, setelah itu pulang pelaku mandi, rendam bajunya setelah itu melapor ke Pak RT jika terjadi pembunuhan di rumah sebelah,” tandasnya. [Red]

Bagikan:

Ikuti berita menarik Indopolitika.com di Google News


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *