Internasional

Bentrok Etnis di Ethiopia Tewaskan 44 Orang

Warga merayakan kedatangan kembalinya grup yang sempat dilarang pemerintah Ethiopia di Addis Ababa, 15 September 2018. (Foto: AFP/YONAS TADESSE)

Oromia: Sedikitnya 44 orang tewas dalam pertikaian antara kelompok etnis berseteru di Ethiopia barat selama akhir pekan. Bentrokan terjadi di perbatasan antara Oromia tengah dan Benishangul-Gumuz.

Warga Benishangul-Gumuz mengatakan kekerasan terjadi pada Jumat kemarin, setelah empat pejabat lokal tewas dibunuh dalam kunjungan ke Oromia.

Dikutip dari kantor berita Al Jazeera, Selasa 2 Oktober 2018, bentrokan antar pemuda sejumlah kelompok etnis itu melibatkan penggunaan batu dan pisau. Bentrokan memaksa lebih dari 70 ribu warga melarikan diri dari rumah mereka. 

Pemerintah daerah Oromia mengerahkan pasukan keamanan untuk mencoba meredam bentrokan.

Baca: Ethiopia Tahan 1.200 Orang usai Bentrokan Mematikan

Perdana Menteri Ethiopia Abiy Ahmed — pemimpin etnis Oromo pertama di negara itu — menjabat pada April lalu, dan memulai masa jabatannya dengan berdamai dengan musuh bebuyutan negaranya, Eritrea. 

Ia membebaskan sejumlah tahanan dan menjanjikan serangkaian reformasi ekonomi serta politik.

Dia juga berjanji mengurangi ketegangan etnis dan menjauhkan Ethiopia dari kebijakan keamanan garis keras yang berlaku sejak beberapa dekade terakhir.

PM Abiy menerima pujian dari seluruh dunia atas agenda reformisnya. Namun, gelombang kekerasan komunal — sebagian besar atas masalah tanah — mengguncang Ethiopia di beberapa bulan awal pemerintahannya.

Setidaknya 58 orang di Ethiopia tewas pada September lalu saat pertempuran pecah di ibu kota, Addis Ababa. Banyak warga minoritas mengaku menjadi sasaran amuk etnis Oromo.

Menurut data Perserikatan Bangsa-Bangsa, hampir satu juta orang di Ethiopia terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat banyaknya bentrokan antar etnis.

Tags

Artikel Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Close
Close