Benyamin Davnie Diduga Mulai Sosialisasi Terselubung Jelang Pilkada Tangsel

  • Whatsapp
Benyamin Davnie

INDOPOLITIKA.COM – Wakil Walikota Tangerang Selatan Benyamin Davnie disinyalir mulai melakukan sosialisasi terselubung. Dugaan itu muncul karena pada beberapa kegiatan dinasnya sebagai wakil Walikota, ia kerap membagikan bingkisan bergambar dirinya ke warga yang hadir.

Teranyar, Benyamin membagi-bagikan bingkisan kepada warga usai meresmikan rumah layak huni itu di Kelurahan Rawa Buntu pada (10/10) kemarin.

Baca Juga:

Goodybag bergambar Benyamin Davnie seorang diri, yang dibagikan ke warga beberapa waktu lalu.

Pembangunan rumah layak huni itu merupakan program Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Diperkimta) Kota Tangsel. Di penghujung acara, Benyamin membagi-bagikan bingkisan bergambar dirinya. Kegiatan itu difoto warga dan tersebar di group-group WhatsApp warga Tangsel.

“Ini kampanye terselubung. Biasanya kan seharusnya secara protokoler foto walikota dan wakil berdampingan. Ini sendirian. kok ini terkesan seperti ingin menunjukan secara personal. Ini bisa diduga curi star sosialisasi ini,” kata Ezha Rosyadi, salah seorang warga kepada indopolitika.com, Sabtu (12/10).

Foto bingkisan bergambar Benyamin yang beredar itu sontak menjadi pembicaraan. Sebagian bahkan mempertanyakan sumber pembiayaan bingkisan bergambar Cawalkot Tangsel itu. Elza, sapaan akrabnya, menambahkan, kampanye terselubung itu juga diduga melibatkan ASN Kota Tangsel.

“Menjelang pencalonan ini, setiap kegiatan instansi dinas-dinas Pemkot kenapa intensitas Wakil Walikota melibihi Walikotanya. Disitu kan masyarakat jadi paham sendiri ada apa sebenarnya,” ujarnya.

Dia khawatir, proses pemilihan Walikota Tangsel berlangsung curang. Sebab, pada prosesnya saat ini, indikasi kecurangan dan pengerahan ASN semakin nampak. Sikap tidak fair itu akan mencederai proses demokrasi yang sedang berlangsung di Kota Tangsel.

“Makanya sebelum tahapan pilkada saja seperti itu. Bagaimana nanti. Kita sebagai masyarakat khawatir ada gerakan gerakan kecurangan yang terstruktur sistematis dan masif (TSM) terjadi di Pilkada Tangsel. Dimanfaatkan oleh oknum-oknum yang menguntungkan dirinya sepihak,” ketusnya.{pit}

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *