Beri Kesaksian untuk Alex Noerdin, Muddai Sesenggukan di Sidang Korupsi Masjid Sriwijaya

Eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Muddai Madang (belakang) kembali jalani sidang kasus korupsi masjid Sriwijaya/net

INDOPOLITIKA.COM – Sidang dugaan korupsi dana hibah pembangunan Masjid Sriwijaya, kembali digelar di PN Tipikor Palembang, Kamis (19/5/2022). Dalam sidang ini, eks Gubernur Sumsel Alex Noerdin dan Muddai Madang saling memberikan kesaksian.

Dalam sidang yang diketuai Hakim Yoserizal itu, Muddai Madang diberikan kesempatan terlebih dahulu untuk memberikan keterangan sebagai saksi untuk terdakwa Alex Noerdin.

Bacaan Lainnya

Saat sidang berlangsung, terdakwa Muddai Madang, sempat meneteskan air mana saat dirinya dijadikan tersangka dugaan korupsi masjid Sriwijaya dan PDPDE Sumsel. Ia juga masih sempat mempertanyakan status tersangka dalam dua perkara yang menjerat dirinya yakni dana hibah dan PDPDE Sumsel.

Bicara pembangunan Masjid Sriwijaya, ia mengatakan dirinya adalah salah satu donatur.

“Meskipun saya selaku bendahara bisa saya berani mengatakan minimal 60 persen biaya operasional Yayasan Wakaf itu dari saya, dan itu saya berikan Lillahitaala,” kata mantan ketua panitia Asian Games ini.

Kasus yang menjerat dirinya benar-benar membuat kehidupan keluarganya hancur berantakan. Pun dengan usaha yang dibangunnya selama ini.

“Orang mana lagi mau berurusan dengan orang yang dituduh merampok uang masjid serta maling duit gas, seperti usaha saya memasok produk Hyundai, Samsung serta Siemen semua sekarang sudah hilang,” jelas Muddai sembari menahan tangis.

Diungkapkannya, kali ini dia menangis karena dituduh mencuri uang masjid yang padahal  selama hidup tidak lebih dari sepuluh kali dia meneteskan air mata, bahkan saat orang tuanya meninggal hingga dirinya di tahan di rutan dalam perkara ini tidak menangis.

“Tapi hari ini saya keluarkan air mata, betul-betul usaha saya hancur, bisnis hancur dituduh maling duit gas, merapok uang masjid, yang padahal usaha saya tersebut tidak sepeserpun menggunakan uang milik negara, namun ya sudahlah inikan urusan dunia,” imbuhnya. [Red]

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.